Komunitas Tionghoa di Indonesia Hadapi Krisis Penulis Sastra Muda

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:28 WIB
Ilustrasi. (Pixabay/lilo401)
Ilustrasi. (Pixabay/lilo401)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM- Komunitas Tionghoa di Indonesia berisiko menghadapi krisis penulis sastra Tionghoa muda.

Akibatnya, eksistensi sastra Tionghoa pun terancam.

Penulis yang juga pemerhati budaya Tionghoa di Cirebon, Jeremy Huang Wijaya mengungkapkan, penulis sastra Tionghoa saat ini didominasi kalangan lanjut usia (lansia).

"Penulis sastra Tionghoa sudah menjadi langka saat ini karenanya umumnya mereka sudah berusia 65 tahun ke atas," ungkap Jeremy Huang kepada Ayo Cirebon, Jumat, 12 Agustus 2022.

Menurutnya, langkanya bibit baru di kalangan generasi muda Tionghoa memicu situasi tersebut.

Saat ini, lanjutnya, tak banyak generasi muda Tionghoa yang menaruh atensi tinggi terhadap budaya Tionghoa.

Baca Juga: Aktivitas Budaya Tionghoa di Kelenteng Dewi Welas Asih Cirebon Terusik Legalitas Kepemilikan

"Karya sastra Tionghoa menghadapi hambatan berupa sulitnya mencari bibit baru di kalangan generasi muda. Tak banyak anak - anak muda yang mencintai sastra Tionghoa, bahkan budayanya sendiri," tutur Jeremy Huang.

Jeanny Laksana Ketua Perhimpunan Penulis Tionghoa, Jeanne Laksana (kiri) bersama penulis sastra Tionghoa yang juga seniman dan dosen ITB, Tjutju Widjaja (kanan). (Dok. Jeremy Huang untuk Ayocirebon.com)

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini