Profil Bayu Ruben 'Kemod' Preman Pensiun, Bolak-Balik Masuk Bui hingga Bertemu Imam Samudera

- Rabu, 28 September 2022 | 11:15 WIB
Bayu Ruben alias Kemod, mantan preman Bandung. (ayobandung.com/Fathia Uqimul Haq)
Bayu Ruben alias Kemod, mantan preman Bandung. (ayobandung.com/Fathia Uqimul Haq)

Profil Bayu Ruben 'Kemod' Preman Pensiun, Bolak-Balik Masuk Bui hingga Bertemu Imam Samudera

AYOCIREBON.COM -- Simak profil dan perjalanan Kemod Preman Pensiun di kehidupan nyata.

Kemod Preman Pensiun memiliki nama asli Bayu Ruben, seorang penguasa jalanan di Kota Bandung.

Lelaki lulusan ASTI--sekarang Institut Seni Budaya Indonesia--ini dikenal sebagai aktor di beberapa judul film dan sinetron.

Salah satunya sinetron "Preman Pensiun" yang pernah top di layar kaca. Kemod menjadi salah satu pemain bersama artis kawakan lainnya.

Beradu akting sudah dilakoninya sejak 1995 dalam film layar lebar bersama Fedi Nuril, Desta, Ayu Ratna, dan Ari Daging dalam film "Garasi".

Kemod yang berperan sebagai Aryo diceritakan pernah ditinggal band-nya bersama Ayu Ratna yang menyebabkan dendam kepada Fedi Nuril. Terjadilah cekcok. Adegan itu ternyata berlanjut ke dunia nyata.

Selain itu, Kemod juga pernah bermain band bersama Stone Morphine sebagai basis. Tak heran, dia mampu menciptakan lagu yang selalu didengungkan oleh para demonstran hingga saat ini yang berjudul "Dara Juang".

Perlawanan pada masa rezim Soeharto menggerakkannya untuk membuat lagu, puisi, bahkan plesetan lirik lagu nasional dengan keadaan Indonesia yang tak juga merdeka.

"Rendra menamai saya burung beo. Karena bait saya keras mengenai perlawanan. Bahkan ada satu bait yang dipakai Wiji Thukul buatan saya yaitu 'cuman ada satu kata, lawan'. Kalau rakyat enggak bisa melawan, ya lawan," kata Bayu, saat ditemui Ayobandung.com di rumah orang tuanya di Kelurahan Samoja, Senin (5/11/2018).

Aksi pemalakan telah dilakoni Kemod sejak kelas 4 SD. Alasannya adalah kesibukan orang tua, sehingga dirinya tidak mendapatkan perhatian yang utuh dari rumah. Kekecewaan itulah yang membuat dia beraksi demikian dan terbawa hingga dewasa.

Kebiasaan melakukan kekerasan, memalak anak-anak sekolah pun seolah menjadi kewajiban. Menurutnya, orang dilahirkan untuk berbuat baik. Sementara itu, datangnya orang jahat adalah dari orang baik yang tersakiti.

"Ibu sibuk dari pagi sampai malam pasti untuk masa depan anaknya. Tapi mungkin rasa labil jadi kayak enggak ada waktu ibu buat saya. Akhirnya pelarian di jalanan menemukan rumah baru untuk jati diri sendiri," ujarnya.

Kemod menuturkan, hidup di jalanan harus keras. Kalau lemah dibuang orang. Sebab jalanan laiknya rimba.

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Sumber: ayobandung.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini