Situasi Kacau Balau di Ukraina, Warga Sipil Dicap “мародер” Diikat dan Ditelanjangi Kelompok Paramiliter

- Kamis, 24 Maret 2022 | 10:15 WIB
Situasi Kacau Balau di Ukraina, Warga Sipil Dicap “мародер” Diikat dan Ditelanjangi Kelompok Paramiliter (Kolase olah digital dari news.com.au)
Situasi Kacau Balau di Ukraina, Warga Sipil Dicap “мародер” Diikat dan Ditelanjangi Kelompok Paramiliter (Kolase olah digital dari news.com.au)

AYOCIREBON.COM - Kabar tak sedap datang dari Ukraina. Setelah menderita lantaran kebrutalan serangan militer Kremlin dalam saga perang Rusia-Ukraina, negeri ini dilanda petaka berlipat lantaran kehidupan sipil menjadi kacau balau.

Dilansir dari NEWS.com.au, serangkaian video mengerikan yang dipublikasikan di media sosial menunjukkan warga sipil Ukraina - termasuk wanita dan anak-anak - diikat, ditelanjangi, dan dipukuli dalam serangan main hakim sendiri.

Sejak invasi Rusia bulan lalu, telah muncul serangkaian laporan berkenaan dengan hukuman publik yang memalukan. Hukuman itu diberikan oleh orang Ukraina kepada para tersangka penjarah dan penyabot, dengan beberapa foto yang menunjukkan orang-orang diikat ke tiang dengan celana ditarik ke bawah.

Foto-foto dan video-video tersebut menjadi viral secara online.

Baca Juga: Belarusia Siap Bombardir Ukraina, jadi Sekutu Rusia dalam Perang?

Daily Mail yang melaporkan salah satu gambar tersebut, mengatakan rangkaian footage tersebut menunjukkan "betapa bangganya orang Ukraina melawan penjahat penentang hukum yang ingin mengambil keuntungan dari kekacauan yang sedang berlangsung".

Tetapi serangkaian klip video, yang menggambarkan perlakuan biadab kelompok paramiliter kepada para korban, melukiskan praktik tersebut dalam spektrum baru yang sama sekali suram.

Video yang sebagian besar awalnya diedarkan via Telegram tersebut telah ditonton jutaan kali di Twitter setelah dibagikan dalam utas panjang oleh pengguna "Juan Sinmiedo".

“Ratusan warga sipil telah dihukum karena berbagai alasan di Ukraina oleh kelompok paramiliter dan penjaga nasional. Bukti yang pejal. Penyiksaan, pelecehan, penghinaan, bahkan terhadap anak-anak dan perempuan,” tulisnya.

“Tidak ada motif yang jelas untuk pelanggaran ilegal tersebut. Mereka dicap sebagai perampok. Orang-orang yang dihukum adalah para pria yang tidak ingin berperang, dicurigai sebagai simpatisan Rusia, penjarah atau orang yang mencari makanan.”

Warga sipiil yang diikat paramiliter (news.com.au)


Dia menambahkan, “Kami tidak tahu alasan sebenarnya atau berapa lama mereka dihukum. Ini jelas bertentangan dengan konvensi hak asasi manusia mana pun. Tidak ada alasan untuk melakukan ini."

Dalam sebuah video, seorang pria dan seorang anak laki-laki terlihat diikat secara bersama ke tiang lampu, celana mereka dipeloroti hingga sekitar mata kaki dan wajah mereka dicat hijau.

Warga sipil diikat dan dipeloroti (news.com.au)


Footage yang lain menunjukkan sepasang pria dan wanita, juga ditelanjangi dari pinggang ke bawah, diikat ke pohon di luar rumah saat seorang wanita yang lebih tua memukuli wanita yang diikat itu dengan tongkat.

Video serupa menunjukkan seorang pria dan seorang wanita diikat ke sebuah tiang, wanita dengan mulutnya dilakban, dipukuli secara brutal oleh seorang pria dengan tongkat besar sampai menangis kesakitan.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina, Kiev Ogah Ngaku Kalah di Mariupol

Dalam kasus lain, seorang wanita berkuncir diikat ke tiang dengan tangan diikat ke belakang – masih memegang tas tangannya – saat seorang pria besar mencambuknya dengan ikat pinggang.

Seluruh footage foto dan video tersebut diunggah "Juan Sinmiedo" di akun Twitter @youblacksoul. Namun kini footage-footage tersebut tak lagi dapat disaksikan lantaran pengelola media sosial berlambang burung tersebut membekukan akun "Juan Sinmiedo".

Sejumlah korban yang diikat dan disiksa dalam footage penyiksan memiliki tanda dengan tulisan “мародер” menempel atau dikalungkan pada mereka.

мародер (news.com.au)


Profesor Emeritus dalam Studi Ukraina di Universitas Monash Melbourne, Marko Pavlyshyn, mengatakan video-video itu "mengkonfrontasi" dan menggambarkan praktik itu sebagai "menyedihkan".

Kata "maroder" (мародер), yang berarti "penjarah" dalam bahasa Ukraina dan Rusia - bahasa yang digunakan di sebagian besar video - sering muncul.

Tetapi Prof Pavlyshyn tidak dapat memastikan klaim "Juan Sinmiedo" yang menyebut beberapa penyiksaan dialami lantaran korban-korban tersebut adalah simpatisan Rusia.

Baca Juga: Tiongkok Ogah Sebut Perang Rusia-Ukraina sebagai Invasi, Sentil NATO dan AS

“Tidak ada yang dapat saya lihat atau dengar dalam video ini yang mendukung dugaan yang ngetweet bahwa para korban dihukum karena simpatisan Rusia, tidak ingin berperang, atau karena mereka berbicara bahasa Rusia.”

"Dalam salah satu video, orang yang dipukuli dituduh mencoba membakar beberapa benda yang tidak bisa saya identifikasi secara fonetis," katanya.

“Situs berita Ukraina telah mengambil video serupa – tanpa kekerasan yang brutal – di mana konteks yang lebih panjang menunjukkan bahwa penjarahan lah yang membuat orang dipermalukan dan dipukuli. Terlepas dari apakah video itu ditunjukkan atau tidak, fenomena itu ada, dan menyedihkan.”

Dalam uraiannya di The Spectator belum lama ini, jurnalis lepas Alex Glover menggambarkan pertempuran yang sedang berlangsung antara penduduk setempat melawan "penyabot dan penjarah" di ibu kota Kyiv.

Footage-footage tentang "penyabot dan penjarah" di Kyiv tersebut tersebar luas di seluruh grup aplikasi perpesanan.

Salah satu di antara gundukan footage yang beredar, menunjukkan segerombolan agen Rusia yang diduga tertangkap di stasiun metro, bersama dengan boneka beruang yang dikeluarkan isi perutnya di mana mereka menyembunyikan selongsong peluru.

“Orang-orang Ukraina percaya bahwa penyabot telah terjadi di sebagian besar kota sejak Januari, menandai infrastruktur dan target militer. Foto lain menunjukkan seorang agen terikat dan disumpal dengan selotip. Darah mengalir dari kepalanya.”

Glover mengatakan bahwa para tersangka penjarah tersebut "tidak jauh lebih baik".

Seorang perempuan diikat ke tiang dengan wajah dicat hijau (news.com.au)

Baca Juga: Kyiv vs Kiev? Sejarah Uni Soviet dan Ideologi Bahasa di Balik Penamaan Ibukota Ukraina

"Seorang pria gemuk pergelangan tangannya diikat kabel di sekitar tiang listrik, ikat pinggangnya digunakan untuk mengikat lututnya ke tiang," tulisnya.

"Celana dalamnya melingkari pergelangan kakinya, ekspresinya menunjukkan bahwa dia menjalani hari yang buruk. Penjarah lain dipukuli dan dipaksa telanjang di salju.”

Prof Pavlyshyn mencatat bahwa video yang disorot di utas Twitter yang viral telah “dipilih secara eksklusif oleh pengguna, ketimbang [memperlihatkan] warga sipil yang tewas atau terluka akibat pemboman, penembakan, atau serangan roket."

Rusia telah dituduh melakukan kejahatan perang karena sengaja menargetkan warga sipil selama invasinya ke Ukraina.

Pada 20 Maret 2022, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengatakan setidaknya 902 warga sipil telah tewas dan 1459 terluka sejauh ini, tetapi jumlah sebenarnya kemungkinan "jauh lebih tinggi".

Sebagian besar cedera dan kematian yang terjadi disebabkan oleh "senjata peledak dengan area dampak luas, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem roket multi-peluncuran, dan serangan rudal dan udara'" kata OHCHR.

Rincian 902 korban tewas itu terdiri dari 179 pria, 134 wanita, 11 anak perempuan, dan 25 anak laki-laki, serta 39 anak-anak dan 514 orang dewasa yang jenis kelaminnya belum diketahui.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: News.com.au

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sri Lanka Bangkrut, Babak Belur Dihajar Utang

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:35 WIB

Uganda Temukan 31 Juta Ton Emas!

Selasa, 14 Juni 2022 | 20:59 WIB