Perang Rusia-Ukraina Bikin AS Babak Belur Terkena Inflasi Terparah dalam 4 Dekade

- Rabu, 13 April 2022 | 15:06 WIB
Perang Rusia-Ukraina Bikin AS Babak Belur Terkena Inflasi Terparah dalam 4 Dekade (Wikimedia)
Perang Rusia-Ukraina Bikin AS Babak Belur Terkena Inflasi Terparah dalam 4 Dekade (Wikimedia)

AYOCIREBON.COM - Perang Rusia-Ukraina bikin AS babak belur terkena inflasi terparah dalam 4 dekade. Wajah perekonomian Negeri Abang Sam hancur lebur lantaran terdampak kebijakan simalakama yang mereka bikin atas Rusia.

Warga AS sekarang harus membayar tarif yang lebih tinggi untuk membeli gas, bahan makanan, dan kebutuhan dasar lainnya. Ini telah dicatat sebagai rekor inflasi dan diperparah oleh serangan Rusia ke Ukraina.

Data data pemerintah AS, indeks harga konsumen (CPI) naik 8,5% dalam 12 bulan hingga Maret. Angka itu adalah yang tertinggi sejak Desember 1981. Walau sudah kepayahan, pemerintahan Joe Biden masih sibuk mencari sanksi lebih lanjut terhadap Rusia.

Baca Juga: Rusia Ditendang FIFA dan UEFA dari Piala Dunia 2022 di Qatar, Imbas Invasi Rusia ke Ukraina

Bahkan Biden, setelah inflasi AS, menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin mengganggu pasar energi global dengan menyerang Ukraina.

"70 persen kenaikan harga di bulan Maret berasal dari kenaikan harga bensin Putin," kata Biden dalam pidatonya di Lowa, dilansir dari TRT World, Rabu, 13 April 2022.

Setelah tertampar keras dengan kebijakan atas perang Rusia-Ukraina yang mengakibatkan harga komoditas melonjak tajam, AS akan dihadapkan dengan hantaman baru, yakni dampak dari lockdown ketat yang diberlakukan di pusat ekonomi terbesar di China yaitu Shanghai.

"Lockdown di China juga berpotensi memperpanjang beberapa kendala yang saat ini masih kita hadapi dalam hal rantai pasokan," ujar Gubernur Bank Sentral AS Lael Brainard.

Warga Amerika Serikat (AS) saat ini harus membayar tarif lebih mahal untuk membeli bensin, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya. Hal ini tercatat sebagai rekor inflasi yang diperburuk akibat serangan Rusia di Ukraina.

Baca Juga: Tiongkok Ogah Sebut Perang Rusia-Ukraina sebagai Invasi, Sentil NATO dan AS

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sri Lanka Bangkrut, Babak Belur Dihajar Utang

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:35 WIB

Uganda Temukan 31 Juta Ton Emas!

Selasa, 14 Juni 2022 | 20:59 WIB