Perang Rusia Ukraina Tewaskan 1.611 Sipil, Konflik Suriah Bunuh 350.200 Jiwa

- Kamis, 14 April 2022 | 06:24 WIB
Ilustrasi Korban Perang (MaxPixel's contributors)
Ilustrasi Korban Perang (MaxPixel's contributors)


AYOCIREBON.COM - PBB merilis jumlah korban sipil yang tewas dalam perang Rusia Ukraina mencapai 1.611. Sedangkan konflik Suriah membunuh lebih dari 350.200 jiwa penduduk.

Data Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR) PBB, tercatat ada 3.838 korban sipil, termasuk 1.611 kematian. Angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi karena korban yang dilaporkan adalah yang terkonfirmasi. Selain itu, puluhan juta orang juga berada dalam “potensi bahaya kematian”.

Per 11 April 2022, WHO juga telah memverifikasi data serangan militer di fasilitas kesehatan. Total terdapat 108 serangan di pusat kesehatan sejak awal peperangan, menyebabkan 73 orang tewas dan 51 terluka.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina Bikin AS Babak Belur Terkena Inflasi Terparah dalam 4 Dekade

"Serangan lainnya sedang diverifikasi. WHO sangat mengutuk tindakan kekerasan terhadap pusat kesehatan yang merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia," bunyi keterangan PBB.

Lebih dari 4,3 juta orang dilaporkan telah meninggalkan Ukraina dan 7,1 juta warga Ukraina menjadi pengungsi dalam negeri sejak awal operasi militer.

Jumlah ratusan kali lipat korban jiwa perang Rusia Ukraina dapat dilihat pada grafik data korban terhimpun dalam konflik sipil yang terjadi di Suriah.

Baca Juga: Tiongkok Ogah Sebut Perang Rusia-Ukraina sebagai Invasi, Sentil NATO dan AS

Catatan 1 dekade perang di Suriah dalam rentang 2011-2021 telah menyebabkan lebih dari 350.200 orang tewas. Jumlah ini belum termasuk pembunuhan yang tak masuk data resmi dan terbilang.

Konflik sipil berkepanjangan di Suriah adalah hasil dari perang yang muncul dari pemberontakan 2011 atas pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina, Gazprom Diborong Eropa

OHCHR mensinyalir bahwa lebih dari 1 dari 13 orang yang meninggal karena konflik adalah seorang wanita – seluruhnya 26.727 orang – dan hampir 1 dari 13 adalah anak-anak – total 27.126 nyawa amak-anak hilang.

Provinsi Aleppo mencatat jumlah korban tewas terbesar yang tercatat, dengan 51.731 orang yang teridentifikasi namanya.

Korban tewas berat lainnya tercatat di Damaskus, 47.483; Homs, 40.986; Idlib, 33.271; Hama, 31.993; dan Tartus, 31.369.

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sri Lanka Bangkrut, Babak Belur Dihajar Utang

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:35 WIB

Uganda Temukan 31 Juta Ton Emas!

Selasa, 14 Juni 2022 | 20:59 WIB