Gelombang Panas Sebabkan Ribuan Burung di India Dehidrasi, Ahli Sebut Dampak Pemanasan Global

- Kamis, 12 Mei 2022 | 15:01 WIB
Warga India berjalan di sekitar Taj Mahal. India saat ini tengah dilanda gelombang panas yang disebut ahli sebagai dampak dari pemanasan global. (Pixabay/nonmisvegliate)
Warga India berjalan di sekitar Taj Mahal. India saat ini tengah dilanda gelombang panas yang disebut ahli sebagai dampak dari pemanasan global. (Pixabay/nonmisvegliate)

AYOCIREBON.COM- Sebagian dunia tengah dilanda gelombang panas, salah satunya di Asia Selatan.

Isu gelombang panas sendiri sempat menyeruak di Indonesia setelah suhu panas melanda tanah air beberapa waktu terakhir.

Namun, BMKG memastikan, suhu panas di Indonesia bukanlah fenomena gelombang panas.

BMKG menerangkan, suhu panas yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan Mei 2022 di Indonesia tak lepas dari posisi semu matahari yang mengindikasikan Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.

Sayang, situasi itu tak berlaku di Asia Selatan yang dilanda gelombang panas.

Musim panas ekstrem yang mencengkeram Asia Selatan pada Maret dan April 2022 kini sudah menjadi peristiwa ekstrem yang paling mematikan, mengutip Republika.

Baca Juga: Burung Pipit Berjatuhan di Balai Kota Cirebon, Dokter Hewan Ungkap Kemungkinan Sebabnya

Dampak gelombang panas salah satunya dirasakan di India, ketika tim penyelamat di negara bagian Gujarat menyelamatkan puluhan burung yang kelelahan dan dehidrasi.

Cuaca panas telah membuat sumber air di Gujarat mengering.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini