AYOCIREBON.COM - Liz Truss baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris.
Ia juga mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Partai Konservatif.
Liz Truss turun dari podium di 10 Downing Street (sebutan untuk kantor PM) setelah meninggalkan partainya sebagai pemimpin.
Dia tidak menyangka bahwa masa jabatannya sebagai Perdana Menteri tidak lebih lama dari durasi kampanye yang ia lakukan.
Usulannya untuk meningkatkan ekonomi negara justru memulai kehancuran ekonomi dengan cepat dan belum pulih sepenuhnya.
Baca Juga: Liz Truss Mengundurkan Diri dari Kursi Perdana Menteri Inggris, Ini Penyebabnya
Suella Braverman yaitu menteri dalam negeri Inggris juga meninggalkan jabatannya pada Rabu dan menjadi menteri kabinet ke-2 yang mundur dalam waktu tujuh hari setelah menteri keuangan, Kwasi Kwarteng, dipecat Jumat lalu.
Braverman juga meninggalkan posisinya atas pelanggaran teknologi terhadap aturan pemerintah. Dia mengirim surat pengunduran dirinya dalam bentuk resmi dari email pribadinya.
Dampak dari tekanan keuangan menyebabkan Kwarteng mengundurkan diri dari rencana anggaran mini yang diumumkan olehnya.
Menurut The New York Times, anggaran mini menyebabkan volatilitas pasar yang berdampak cukup besar, menekan mata uang, dan menaikkan suku bunga hipotek.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional di Bulan November 2022
Bank sentral Inggris dan Bank of England terpaksa ikut campur dalam skenario utang pasar, dengan semua masalah yang berkembang bahwa dana pensiun juga dalam bahaya.
Pengunduran diri menteri kabinet lainnya juga diikuti saat Lizz mengundurkan diri.
Hal serupa juga terlihat pada bulan Juli ketika menteri senior Boriss Sajid Javid selaku menteri kesehatan, dan kemudian Rishi Sunak mengundurkan diri satu demi satu.
Artikel Terkait
Ratu Elizabeth II Meninggal: Pangeran Charles akan Pidato dan Temui PM Liz Truss.
Liz Truss Mengundurkan Diri dari Kursi Perdana Menteri Inggris, Ini Penyebabnya
5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Rishi Sunak, Perdana Menteri Asia Pertama Negara Inggris