Momen Penting Konferensi Iklim PBB dalam Mengatasi Global Warming

- Rabu, 2 November 2022 | 19:04 WIB
Momen penting Konferensi Iklim PBB dalam mengatasi Global Warming (unsplash / Chris LeBoutillier)
Momen penting Konferensi Iklim PBB dalam mengatasi Global Warming (unsplash / Chris LeBoutillier)

AYOCIREBON.COM - Konferensi iklim PBB tahun ini diadakan di Sharm el-Sheikh Mesir.

Konferensi iklim PBB menandai ke-27 kalinya sejak 1995 para pemimpin dunia berkumpul untuk menghadapi pemanasan global. 

Tetapi dunia telah mengetahui jauh lebih lama bahwa perubahan iklim adalah sebuah ancaman, dan bahwa penyebabnya terutama adalah penggunaan bahan bakar fosil dan aktivitas industri lainnya.

Berikut adalah beberapa momen penting konferensi iklim PBB yang sudah dirangkum oleh Reuters:

1800-an - beberapa ilmuwan Eropa mempelajari bagaimana berbagai gas dan uap dapat menjebak panas di atmosfer bumi. Pada tahun 1890-an, ilmuwan Swedia yang bernama Svante Arrhenius menghitung efek suhu dari dua kali lipat CO2 atmosfer, menunjukkan bahwa pembakaran bahan bakar fosil kemungkinan akan menghangatkan planet ini.

1938 - Dengan mengumpulkan data cuaca historis, insinyur Inggris Guy Callender untuk pertama kalinya menunjukkan suhu planet meningkat di era modern. Dia mengkorelasikan tren suhu dengan kenaikan terukur di CO2 atmosfer dan mengusulkan perubahan suhu terkait.

1958 - Ilmuwan Amerika Charles David Keeling mulai secara sistematis mengukur tingkat CO2 atmosfer di atas Observatorium Mauna Loa Hawaii. Temuannya menghasilkan "Kurva Keeling," grafik yang menunjukkan konsentrasi CO2 terus meningkat.

1988 – James Hansen, seorang ilmuwan iklim Amerika, bersaksi di depan Kongres bahwa planet ini memanas karena penumpukan gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia dan mencatat bahwa ini telah mengubah iklim dan cuaca.

1990 - Konferensi Iklim Dunia Kedua PBB, para ilmuwan menyoroti risiko pemanasan global terhadap alam dan masyarakat. Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher mengatakan target emisi yang mengikat diperlukan.

Halaman:

Editor: Rohmana Kurniandari

Tags

Terkini