50 Polisi Tewas dalam Unjuk Rasa di Iran, Ini Penyebabnya

- Kamis, 24 November 2022 | 21:41 WIB
Ali Bagheri Kani dalam sebuah acara ( Instagram @alibagherikani )
Ali Bagheri Kani dalam sebuah acara ( Instagram @alibagherikani )

Kemarahan terfokus pada hak-hak perempuan, tetapi pengunjuk rasa juga menyerukan jatuhnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Seorang anggota parlemen dari kota Mahabad yang berpenduduk mayoritas Kurdi mengatakan dia telah berulang kali dipanggil oleh pengadilan karena sikapnya mendukung pengunjuk rasa.

"Pengadilan telah mengajukan keluhan terhadap saya sebagai perwakilan dari orang-orang yang berkabung alih-alih melindungi hak-hak hukum dari orang-orang yang memprotes dan keluarga korban di kota-kota Mahabad dan Kurdi," cuit Jalal Mahmoudzadeh pada hari Rabu.

Ulama Muslim Sunni terkemuka Molavi Abdul Hamid, yang telah blak-blakan mengkritik perlakuan sebagian besar etnis minoritas Sunni Iran oleh elit penguasa Syiah, men-tweet pada hari Rabu menentang tindakan keras di daerah Kurdi.

Baca Juga: Ribuan Nelayan di Kabupaten Cirebon Terima Asuransi Kesehatan

"Kurdi Iran yang tersayang telah mengalami banyak penderitaan seperti diskriminasi etnis yang parah, tekanan agama yang parah, kemiskinan dan kesulitan ekonomi. Apakah hanya untuk menanggapi protes mereka dengan peluru perang?" tweeted Molavi.

Departemen Keuangan menyebutkan jika Amerika Serikat telah memberikan sanksi kepada tiga pejabat keamanan Iran atas tindakan keras di wilayah mayoritas Kurdi, pada hari Rabu.***

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Tags

Artikel Terkait

Terkini