Polusi Udara Eropa Semakin Berbahaya dan Menyebabkan Lebih dari 200 Ribu Orang Meninggal

- Jumat, 25 November 2022 | 16:30 WIB
ilustrasi masyarakat yang sedang berjalan di trotoar  (( Unsplash / S. ))
ilustrasi masyarakat yang sedang berjalan di trotoar (( Unsplash / S. ))


AYOCIREBON.COM - Kualitas udara di Eropa membaik tetapi masih menimbulkan risiko tinggi.

The European Environment Agency (EEA) mengatakan, paparan partikel halus udara di Eropa menyebabkan setidaknya 238.000 kematian dini di 27 negara Uni Eropa pada tahun 2020.

"Polusi udara masih merupakan risiko kesehatan lingkungan terbesar di Eropa. Sementara emisi polutan udara utama dan konsentrasinya di udara ambien telah turun secara signifikan selama dua dekade terakhir di Eropa, udara">kualitas udara tetap buruk di banyak daerah," kata EEA.

Antara tahun 2005 dan 2020, jumlah kematian dini akibat paparan partikel halus turun sebesar 45% di Uni Eropa, sejalan dengan target rencana aksi nol polusi blok untuk pengurangan 55% kematian dini pada tahun 2030.

Baca Juga: Kenaikan UMK 2023 Kalimantan Timur, Calon Ibu Kota Baru Indonesia, Lebih Besar dari DKI Jakarta?

Namun, 96% populasi perkotaan UE masih terpapar konsentrasi partikel halus pada tahun 2020 yang berada di atas tingkat pedoman Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 5 mikrogram per meter kubik.

"Upaya lebih lanjut akan diperlukan untuk memenuhi visi nol polusi tahun 2050 untuk mengurangi polusi udara ke tingkat yang tidak lagi dianggap berbahaya bagi kesehatan," kata EEA.

Komisi Eropa mengusulkan pada bulan Oktober untuk menetapkan ambang batas yang lebih ketat untuk polusi udara serta meningkatkan hak warga negara seperti mengklaim kompensasi gangguan kesehatan jika terjadi pelanggaran standar udara">kualitas udara.

Baca Juga: Bocoran Gaji UMR Jakarta 2023 Jika Naik 5,6 Persen, Ini Cara Hitungnya

Halaman:

Editor: Lita Andari Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Bandang di Selandia Baru Telan Korban Jiwa

Minggu, 29 Januari 2023 | 16:30 WIB

Ana de Armas Cetak Rekor di Piala Oscar 2023

Kamis, 26 Januari 2023 | 13:34 WIB