Studi UNICEF: Pasien Kasus Kolera di Haiti 40 Persennya adalah Anak-anak

- Jumat, 25 November 2022 | 18:05 WIB
Ilustrasi pasien anak – anak rumah sakit di Haiti yang kapasitasnya penuh. (pixabay / wardbettyforeman)
Ilustrasi pasien anak – anak rumah sakit di Haiti yang kapasitasnya penuh. (pixabay / wardbettyforeman)

AYOCIREBON.COM - Sekitar dua dari lima kasus kolera yang meningkat di Haiti terjadi pada anak-anak.

Badan anak-anak PBB memperingatkan pada Rabu, dengan mengatakan remaja yang menderita kekurangan gizi parah berisiko tiga kali lipat meninggal akibat penyakit bakteri tersebut.

Haiti yaitu negara termiskin di Amerika, telah mengalami serangkaian bencana dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya pembunuhan presiden tahun lalu dan juga diikuti oleh gempa besar yang melanda Negara itu.

Kolera muncul kembali di negara pulau Karibia awal Oktober setelah sekitar tiga tahun tanpa kasus yang dilaporkan, di tengah kekurangan makanan dan air minum bersih yang dipicu oleh blokade geng terhadap pelabuhan utama bahan bakar.

"Saya terkejut melihat banyak anak berisiko meninggal di pusat perawatan kolera," kata direktur program darurat UNICEF Manuel Fontaine dalam sebuah pernyataan setelah kunjungan empat hari ke Haiti, yang berbagi pulau Hispaniola dengan Republik Dominika.

Biasanya menyebar melalui air yang terkontaminasi, kolera menyebabkan diare dan muntah serta membunuh sekitar 10.000 orang dalam wabah tahun 2010 yang penyebabnya karena pasukan penjaga perdamaian PBB.

Penyakit ini menyerang anak-anak dan orang dewasa dan dapat membunuh dalam beberapa jam jika tidak diobati.

Meskipun pengobatan yang menyelamatkan jiwa itu sederhana dan terjangkau, Fontaine mengatakan “tim kemanusiaan bekerja keras karena sulit untuk mengakses wilayah ibu kota akibat meluasnya kekerasan bersenjata dan ketidakamanan di sebagian besar ibu kota."

Organisasi Kesehatan Pan-Amerika minggu ini melaporkan 216 kematian akibat penyakit tersebut, 961 kasus yang dikonfirmasi dan 12.016 kasus yang dicurigai, sebagian besar di sekitar ibu kota Port-au-Prince.***

Halaman:

Editor: Rohmana Kurniandari

Tags

Terkini