Tingkat Pengangguran SMK di Jawa Barat Tinggi, Pemprov Luncurkan Kurikulum Bisnis Digital

- Selasa, 11 Januari 2022 | 19:17 WIB
Ilustrasi pengangguran. (Pexels/Ron Lach)
Ilustrasi pengangguran. (Pexels/Ron Lach)

AYOCIREBON.COM- Persentase pengangguran SMK di Jawa Barat disebut tertinggi.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai, kurikulum SMK di Jawa Barat berperan untuk itu.

Menurut Ridwan Kamil, kurikulum SMK di Jawa Barat masih konvensional sehingga membutuhkan perubahan.

"SMK di Jawa Barat masih tertinggi dalam persentase pengangguran, artinya kurikulumnya masih konvensional. Sementara, dunia sudah berubah, di mana disrupsi telah tiba sehingga akan menjadi ancaman jika tidak melakukan perubahan," katanya, Selasa, 11 Januari 2022.

Untuk ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat meluncurkan kurikulum bisnis digital melalui pelatihan kelas bisnis digital di 206 sekolah kejuruan se - Jabar.

Rencananya, kelas bisnis digital dilaksanakan sepanjang setahun, mulai Januari 2022, dengan menggandeng pihak swasta.

Dari jumlah itu, setidaknya 406 guru mengikuti training of trainer, sedangkan 26.312 siswa akan mengikuti pelatihan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (paling kiri). (Dok. Pemprov Jawa Barat)

Ridwan Kamil berharap, kurikulum bisnis digital dapat menelurkan generasi penerus yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan tantangan global.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini