Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Jangan Sombongkan Amal Ibadahmu PDF

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 17:08 WIB
Ilustrasi Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Jangan Sombongkan Amal Ibadahmu PDF (pixabay/Saydung89)
Ilustrasi Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Jangan Sombongkan Amal Ibadahmu PDF (pixabay/Saydung89)

Dari Jabir bin Abdullah RA, beliau berkata, Rasulullah SAW pernah keluar menemui kami, lalu bersabda, ‘Baru saja kekasihku, malaikat Jibril, keluar dariku, dimana dia memberitahu, ‘Wahai Muhammad, demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, sesungguhnya Allah memiliki seorang hamba diantara sekian banyak hamba-hambaNya.

Hamba itu melakukan ibadah selama 500 tahun di atas gunung yang berada di tengah laut. Allah mengeluarkan mata air dipuncak gunung itu hanya seukuran jari. Namun, airnya sangat segar mengalir sedikit demi sedikit, hingga menggenang dibawah kaki gunung.

Disamping itu, Allah juga menumbuhkan pohon delima, yang setiap malam mengeluarkan satu buah delima matang untuk dia makan setiap harinya.

Jika hari menjelang petang, hamba Allah itu turun kebawah mengambil air wudzu sambil memetik buah delima untuk dimakan. Kemudian mengerjakan shalat.

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Singkat Padat: Ciri Orang Munafik dan Balasannya

Ia berdoa kepada Allah jika waktu ajal tiba agar ia diwafatkan dalam keadaan bersujud, dan mohon agar jangan sampai jasadnya rusak dimakan tanah atau lainnya sehingga ia dibangkitkan dalam keadaan bersujud juga.

Singkat cerita, Allah membangkitkan hambanya tersebut pada hari Kiamat. Ketika dihadapan Allah kemudian berfirman masukkanlah hambaKU ini ke dalam Surga karena Rahmat-Ku.’

Hamba itu membantah, ‘Ya Rabbi, masukkan aku ke Surga karena perbuatanku.’ Allah SWT berfirman, ‘Masukkanlah hamba-Ku ini kedalam Surga karena RahmatKU.’

Hamba tersebut membantah lagi, ‘Ya Rabbi, masukkan aku ke Surga karena amalku.’ Kemudian Allah memerintahkan para malaikat, ‘Cobalah kalian timbang, lebih berat mana antara kenikmatan yang Aku berikan kepadanya dengan amal perbuatannya.’

Setelah ditimbang, ternyata baru nikmat penglihatan saja yang ditimbang itu lebih berat dibanding ibadahnya selama 500 tahun, belum lagi kenikmatan anggota tubuh yang lain.

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Tags

Artikel Terkait

Terkini