Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Belajar dari Kisah Nabi Ibrahim dan Orang Majusi

- Selasa, 17 Mei 2022 | 17:24 WIB
Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Belajar dari Kisah Nabi Ibrahim dan Orang Majusi (pixabay/enjoytheworld)
Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Belajar dari Kisah Nabi Ibrahim dan Orang Majusi (pixabay/enjoytheworld)

Cerita ini bisa kita jumpai dalam salah satu kitab induk tasawuf, ar-Risalah al-Qusyairiyah karya Imam Abul Qasim al-Qusyairi an-Naisaburi.

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,
Kisah Nabi Ibrahim ini memiliki keterkaitan substansi dengan hadits yang diriwayatkan al-Hakim at-Tirmidzi dalam Nawadir al-Ushul:

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Singkat Padat: Memetik Hikmah dari Peristiwa Isra Miraj

وَقَالَ صلى الله عليه وسلم: أوْحَى اللهُ إلى إِبراهيمَ: يَا إبْرَاهِيْمُ، حَسِّن خُلُقَكَ وَلَوْ مَعَ الكُفَّارِ، تَدخلْ مَداخِلَ الأَبْرارِ، فإنَّ كَلِمَتِيْ سَبَقَتْ لِمَن حَسُنَ خُلُقَهُ أنْ أُظِلَّهُ في عَرْشِي ، وَأنْ أُسْكِنَهُ فِيْ حَظِيرةِ قُدْسِي، وَأنْ أُدْنِيَه مِنْ جِوارِي

Rasulullah saw bersabda: Allah mewahyukan kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim, baguskanlan akhlakmu walaupun terhadap kaum kafir, niscaya engkau akan masuk ke tempat orang-orang yang berbuat baik.

Sebab ketetapan-Ku telah mendahului bagi orang yang bagus akhlaknya, yaitu Aku akan menaunginya di (bawah) Arsy-Ku, Aku menempatkannya dari di dalam surga-Ku dan Aku akan mendekatkannya dengan rahmat-Ku,” (HR at-Tirmidzi dalam kitab Nawadir-nya).

Dalam hadits tersebut sangat jelas bahwa Allah menghendaki Nabi Ibrahim berbuat baik kepada siapa pun tanpa pandang bulu, termasuk kepada orang yang masih durhaka kepada Allah.

Allah juga menjanjikan perlindungan dan rahmat atau kasih sayang bagi orang yang sanggup melaksanakannya. Perintah ini tentu bukan hanya untuk Nabi Ibrahim semata, melainkan untuk kisah semua, umat manusia.

Hadirin rahimakumullah,
Perbedaan adalah sunnatullah. Kiranya mustahil kita dapati dunia ini berada dalam satu warna kulit, satu etnis, satu agama, satu bahasa, satu budaya, dan seterusnya.

Sekarang maupun yang akan datang. Sebab, Allah sendiri yang berfirman:

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini