Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Syukur, Sabar, Meminta Maaf dan Memaafkan

- Jumat, 20 Mei 2022 | 09:36 WIB
Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Syukur, Sabar, Meminta Maaf dan Memaafkan (pixabay/avi_acl)
Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Syukur, Sabar, Meminta Maaf dan Memaafkan (pixabay/avi_acl)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Ketiga, meminta maaf ketika menzalimi dan keempat, memaafkan ketika dizalimi.

Berbuat zalim kepada orang lain adalah seperti mencacinya tanpa hak, membicarakan kejelekannya, memfitnahnya, mengambil hartanya tanpa hak dan lain sebagainya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ حَاسَبَهُ اللهُ حِسَابًا يَسِيْرًا وَأَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِهِ قَالُوْا لِـمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ تُعْطِيْ مَنْ حَرَمَكَ وَتَعْفُوْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ (رَوَاهُ الطَّبـَرَانِيُّ)

Maknanya: “Tiga hal apabila seseorang bersifat dengannya, maka ia akan dihisab oleh Allah dengan hisab yang ringan dan dimasukkan ke dalam surga dengan rahmat-Nya.”

Baca Juga: Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Belajar dari Kisah Nabi Ibrahim dan Orang Majusi

Para sahabat bertanya: Bagi siapa itu wahai Rasulullah? Nabi bersabda: “Engkau memberi orang yang tidak pernah memberimu, memaafkan orang yang menzalimimu dan menyambung silaturahim dengan kerabat yang memutus shilaturrahim denganmu.” (HR ath Thabarani)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيْهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ مِنْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُوْنَ دِيْنَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلِمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)

Maknanya: “Barang siapa yang pernah berbuat zalim kepada saudaranya baik berkaitan dengan kehormatan dirinya atau yang lain, maka hendaklah ia meminta kehalalan darinya di dunia ini sebelum datang kehidupan akhirat.

Jika ia memiliki amal shalih maka diambil darinya sesuai kadar kezalimannya, dan jika ia tidak memiliki kebaikan maka diambil keburukan teman yang ia zalimi lalu dibebankan kepadanya” (HR al-Bukhari)

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Tags

Artikel Terkait

Terkini