Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Islam, Agama Ramah Budaya

- Senin, 23 Mei 2022 | 10:49 WIB
Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Islam, Agama Ramah Budaya (pixabay/enjoytheworld)
Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Islam, Agama Ramah Budaya (pixabay/enjoytheworld)

Termasuk dalam akhlak mulia itu adalah menyesuaikan dan menghormati apa yang sedang atau masih membudaya di masyarakat selama itu bukan tindakan maksiat. Rasulullah bersabda,

اتَّقِ اللّٰهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحسنةَ تَمْحُهَا، وخَالقِ النَّاسَ بخُلُقٍ حَسَنٍ رواهُ التِّرْمذيُّ وقال: حديثٌ حسنٌ

Artinya, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun berada. Susullah keburukan dengan kebaikan niscaya (kebaikan itu) akan menghapusnya. Pergaulilah masyarakat dengan budi pekerti yang baik” (HR at-Tirmidzi, menurutnya ini hadits hasan).

Baca Juga: Teks Ceramah Materi Khutbah Jumat Singkat Tentang Menjaga Ibadah Pasca Ramadhan

Syekh Abdul Wahab asy-Sya’rani dalam Tanbihul Mughtarin menjelaskan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib memaknai “budi pekerti yang baik” dalam hadits tersebut sebagai,

‎مُوَافَقَةُ النَّاسَ فِيْ كُلِّ شَيْءٍ مَا عَدَا الْمَعَاصِي

Artinya, “Menyesuaikan diri dengan masyarakat dalam segala hal kecuali kemaksiatan.”

Hadirin, Dari sini tampak jelas betapa para wali dan ulama penyebar Islam di Nusantara ini dulu memiliki kearifan dan pandangan yang luas tentang bagaimana menyikapi masyarakat.

Tradisi tahlilan, selamatan, nyadran (haul), maulid Nabi, dan tradisi keagamaan lain yang hidup di sekitar kita sebagian adalah buah kecerdasan mereka dalam beradaptasi dengan masyarakat sasaran dakwah mereka.

Lain masyarakat tentu saja lain budaya, lain pula cara kita merespons dan menyesuaikan diri. Andai para penyebar Islam di Nusantara ini tidak ramah terhadap budaya, kita tidak tahu apakah umat Islam akan menjadi mayoritas di Indonesia seperti sekarang ini.

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini