Teks Khutbah Idul Adha Singkat Sesuai Sunnah Tentang Menengok Perjalanan Simbolik Nabi Ibrahim AS

- Selasa, 21 Juni 2022 | 05:42 WIB
Teks Khutbah Idul Adha Singkat Sesuai Sunnah Tentang Menengok Perjalanan Simbolik Nabi Ibrahim AS (Freepik)
Teks Khutbah Idul Adha Singkat Sesuai Sunnah Tentang Menengok Perjalanan Simbolik Nabi Ibrahim AS (Freepik)

Lalu dari Hajar, Ibrahim dikaruniai seorang anak yang tampan, pintar, dan juga saleh bernama Ismail ‘alaihissalam.

Sedangkan di saat senjanya, akhirnya Sarah pun dikaruniai anak bernama Ishaq ‘alaihissalam di saat Nabi Ibrahim berumur 100 tahun dan Sarah berumur 99 tahun.

Ismail ‘alaihissalam lahir ketika ayahnya, Ibrahim sedang mengembara memenuhi perintah Tuhannya. Hajar yang ditinggal sendiri melahirkan di sahara.

Dalam keadaan bingung, ia lalu berlari tujuh kali antara bukti Safa dan Marwah. Kelak proses ini menjadi bagian dari ritual haji dan disebut sebagai sa’i.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya Tentang Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Setelah Hajar berlarian antara Safa dan Marwah, ia melihat anaknya menjejakkan kakinya ke arah padang pasir lalu keluarlah air. Hajar lalu berkata, zamzam yang artinya "berkumpullah-berkumpullah!".

Dari itu kemudian lahirlah sumur air zamzam yang airnya tak pernah kering hingga hari ini. Tatkala Ibrahim pulang, ia begitu senang dengan kehadiran Ismail setelah sekian lama ia tak jua mempunyai anak.

Saat Ismail masih kecil sekitar umur 7 hingga 12 tahun, Nabi Ibrahim menerima wahyu dari Allah subhanahu wata’ala agar ia menyembelih putranya itu.

Dengan perasaan sedih, gundah, ia menyampaikan perintah Tuhan tersebut kepada anaknya. Alhamdulillah, Ismail adalah anak yang saleh sehingga ia berkata, “Wahai ayahku kerjakan saja apa yang diperintahkan. Insyaallah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar”.

Melihat ketaatan ini, Iblis mencoba menggagalkan keduanya melaksanakan perintah tersebut di Mina. Tak hanya sekali tapi hingga 3 kali Iblis menggodanya. Ibrahim dan Ismail menolak serta melempari Iblis.

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini