Geliat Laju Kebangkitan dan Optimisme Pertumbuhan Ekonomi via Jalur Cepat Tol Cipali

- Senin, 28 Februari 2022 | 11:40 WIB
Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang dikelola ASTRA Tol Cipali (Ayocirebon/Faqih Rohman)
Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang dikelola ASTRA Tol Cipali (Ayocirebon/Faqih Rohman)

Konsep aerocity yang diusung Grand Kertajati Aerocity , dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pengembangan, termasuk industri, pergudangan, dan residensial komersial. 

Proyek lainnya yang tengah dikembangkan yakni Subang Smartpolitan. Laiknya Grand Kertajati Aerocity, Subang Smartpolitan juga diperuntukkan sebagai salah satu kawasan industri padat karya di Segitiga Rebana. Kawasan Subang Smartpolitan memiliki total luas 2.717 ha di mana hampir dari setengahnya disediakan untuk area industri seluas 1.060 ha. Sisanya bakal diisi kawasan komersial, residensial, fasilitas publik, ruang terbuka hijau, dll.

Untuk mengoptimalkan potensi industrialisasi dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi, Segitiga Rebana punya potensi. Salah satu faktornya ialah lantaran standar upah kerja di kawasan tersebut terbilang kompetitif.

Rata-rata UMK 7 daerah di Segitiga Rebana tahun 2021 yaitu Rp2.444.517. Rata-rata UMK ini lebih rendah daripada UMK di kawasan industri lainnya termasuk DKI, Karawang, Purwakarta dan Bekasi dengan nilai upah minimum rata-rata Rp4.542.750.

Selain itu, UMK kabupaten/kota di dalam Kawasan Rebana juga kompetitif jika dibandingkan dengan daerah dalam kawasan industri Jateng sekitar Rp2.056.469 dan lebih rendah bila dibandingkan dengan kawasan industri di Jatim sebesar Rp3.134.871.

Keunggulan di sektor pengupahan tenaga kerja ini bakal menjadi daya tarik sendiri bagi investor untuk menanamkan modalnya dalam membangun industri padat karya sebagai motor penggerak ekonomi.

Di luar itu, ada juga fasilitas Pelabuhan Patimban yang bakal memudahkan ekspor barang-barang industri. Jarak pelabuhan yang relatif terjangkau, plus aksesibilitas yang menunjang, bakal menjadi komponen pendukung yang ampuh untuk mengefisienkan kegiatan produksi sirkulasi.

Belakangan, Pelabuhan Patimban sudah dilirik oleh untuk kegiatan ekspor, khususnya ekspor industri otomotif yang selama ini hanya mengandalkan Tanjung Priok. Patimban memang diproyeksikan sebagai pelabuhan ekspor otomotif alternatif Priok yang sudah terlalu padat. Patimban bisa menyerap ekspor industri-industri yang berada di sentra Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Tol Cipali bakal punya peran besar dalam hal ini. Pasalnya, Pemprov jabar sudah merencanakan bakal membangun akses jalan tol menuju Patimban yang nantinya bakal terhubung langsung dengan Tol Cipali. Dengan dibangunnya jalan tol ini, diharapkan bisa memperlancar pengiriman barang via Pelabuhan Patimban.

"Akan dilakukan percepatan pembangunan jalan tol dari km 89 sampai pelabuhan sehingga nantinya jalan masuk ke Patimban akan lewat jalan tol dan juga dilalui jalur kereta," kata Gubernur Ridwan Kamil saat meninjau Pelabuhan Patimban, November 2021.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini