Apa Itu Hisab dan Rukyatul Hilal Penentu Kapan Lebaran Idul Fitri 2022 Digelar? Ini Penjelasan Menurut Ahli

- Selasa, 26 April 2022 | 20:53 WIB
Apa Itu Hisab dan Rukyatul Hilal Penentu Kapan Lebaran Idul Fitri 2022 Digelar? Ini Penjelasannya (pixabay/Vic_B)
Apa Itu Hisab dan Rukyatul Hilal Penentu Kapan Lebaran Idul Fitri 2022 Digelar? Ini Penjelasannya (pixabay/Vic_B)

AYOCIREBON.COM -- Dalam menentukan kapan Lebaran Idul Fitri 2022 digelar, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat pada Minggu, 1 Mei 2022.

Sebelum melaksanakan Sidang Isbat, biasanya akan dilakukan Hisab dan Rukyatul Hilal agar dapat ditentukan kapan Lebaran Idul Fitri 2022 bisa dilaksankan di Indonesia.

Lantas, apa arti sesungguhnya Hisab dan Rukyatul Hilal? Simak penjelasan menurut Drs. Baidhowi H.B., S.H yang diunggah pada laman Mahkamah Syar'iyah Aceh

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa di Indonesia terdapat dua kriteria untuk menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal, yakni dengan menerapkan metode Wujudul Hilal atas dasar Hisab dan Rukyatul Hilal.

Baca Juga: Kapan Lebaran Idul Fitri 2022? Ini Tanggapan Kementerian Agama dan Jadwal Sidang Isbat Penentu 1 Syawal 1443 H

Wujudul Hisab atas dasar Hisab merupakan kriteria penentuan awal bulan Hijriah dengan menggunakan dua prinsip, yakni Ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum matahari terbenam (ijtima’ qablal qhurub) dan bulan terbenam setelah matahari terbenam (moonset after sunset).

Kriteria ini digunakan untuk penetapan awal bulan Hijriah dan bukan untuk menentukan atau memperkirakan hilal mungkin dilihat atau tidak.

Adapun dasar penggunaan kriteria Wujudul Hilal mengacu pada Al Quran di antaranya Q.S.Yunus ayat 5, QS.Al Isra’ ayat 12, QS.Al An’am ayat 96, dan QS. Ar Rahman ayat 5 serta penafsiran Astronomis atas QS. Yasin ayat 36–40.

Sedangkan Rukyatul Hilal adalah keriteria penentu awal bulan kalender hijriah dengan cara merukyah (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Tags

Artikel Terkait

Terkini