Warga Sunda Wiwitan Kuningan Protes Constatering Lahan Sengketa

- Rabu, 18 Mei 2022 | 16:58 WIB
Caption : Bangunan yang rencananya dilakukan constatering oleh PN Kabupaten Kuningan (Ayocirebon.com / Ayu Lestari)
Caption : Bangunan yang rencananya dilakukan constatering oleh PN Kabupaten Kuningan (Ayocirebon.com / Ayu Lestari)

CIGUGUR, AYOCIREBON.COM — Sejumlah warga Sunda Wiwitan yang tergabung dalam Masyarakat Adat Karuhun Urang atau AKUR di Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat memadati jalan setapak sekitar lokasi bangunan yang disengketakan, Rabu, 18 Mei 2022.

Diketahui, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan atas pencocokan atau constatering lahan sengketa seluas 16 bata atau oleh Pengadilan Negeri Kuningan.

Constatering lahan sengketa dilakukan berdasarkan Surat Pengadilan Negeri Kuningan W.11.U16/825/HK.02/4/2022 perihal pelaksanaan pencocokan (Constatering) dan sita Eksekusi nomor 1/Pdt.Eks. /2022/ PN Kng Jo. Nomor 7/Pdt.G/2009/Pn.Kng.

Baca Juga: Ditolak sebagai Masyarakat Hukum Adat, Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan Cigugur Sinyalir Ketimpangan Proses Verifikasi

Sebagai reaksi atas keputusan pengadilan, masyarakat adat Sunda Wiwitan kompak menolak.

Girang Pangaping Masyarakat Adat Karuhun Sunda Wiwitan, Tati Djuwita menyampaikan seluruh tanah dan bangunan adalah warisan leluhur yang harus dikelola secara komunal dan bukan tanah warisan milik pribadi.

"Muncul salah satu yang memang tidak memahami hukum keadatan tanah leluhur. Objek yang dirampas bukan hanya ini tapi sudah merampas tanah luwung leutik," katanya, Rabu, 18 Mei 2022.

Baca Juga: Komnas HAM Akan Mediasi Sunda Wiwitan dengan Pemkab Kuningan

Tati menuturkan, proses constatering atau pencocokan tanah tersebut dianggap janggal, sebab tanah yang dimaksud merupakan tanah adat yang secara hukum adat tidak dijual belikan.

"Kami berkomitmen dan menjaga amanat juga wasiat leluhur kami, ini yang kedua kali kami dieksekusi. jika pengadilan melihatnya secara hukum waris dilihat dari ahli waris, tapi tanah ini tidak ada hukum waris dan ahli waris lain," ujarnya.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tjahjo Kumolo Berpulang, PDIP Berduka

Jumat, 1 Juli 2022 | 14:04 WIB

Perlukah Ganja Medis Dilegalkan di Indonesia?

Kamis, 30 Juni 2022 | 18:52 WIB

Daftar 12 Outlet Holywings yang Ditutup Pemerintah

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:42 WIB