Djaka Rumantaka Akui Tanah Paseban yang Jadi Lahan Sengketa Sebagai Miliknya

- Kamis, 19 Mei 2022 | 09:47 WIB
Raden Djaka Rumantaka anak dari Pangeran Tedja Buana dengan Ratu Siti Djenar Sriningpuri Alibassa. (Ayocirebon.com/Ayu Lestari)
Raden Djaka Rumantaka anak dari Pangeran Tedja Buana dengan Ratu Siti Djenar Sriningpuri Alibassa. (Ayocirebon.com/Ayu Lestari)

CIGUGUR, AYOCIREBON.COM — Nama Djaka Rumantaka muncul di tengah konflik perihal status tanah yang disebut-sebut milik masyarakat Sunda Wiwitan di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.

Raden Djaka Rumantakan mengaku sebagai anak dari Pangeran Tedja Buana dengan Ratu Siti Djenar Sriningpuri Alibassa.

Raden Djaka Rumantaka menyesalkan sikap pihak kemananan yang tidak bisa melangsungkan proses constatering lahan sengketa pada Rabu, 18 Mei 2022.

"Kasi intel dengan KBO tidak siap dengan keamanannya, jadi ditunda. Saya menyesal, walaupun saya masih percaya dengan kepolisian," katanya pada Ayocirebon Kamis, 19 Mei 2022.

Baca Juga: Bocoran Jawaban Katla Hari ini 19 Mei 2022, Berkaitan dengan Cairan dalam Tubuh Makhluk Hidup

Pihaknya mengklaim telah memenangkan tanah yang ditinggali oleh Masyarakat Adat Karuhun Urang atau AKUR Sunda wiwitan.

"Dari 2009 sudah berkekuatan hukum, sebanyak 11 kali putusan persidangan dimenangkan saya terus. Tahun 2017 juga dimenangkan adik saya, PK dimenangkan oleh saya," sebutnya.

Menurutnya, pemilik sah seluruh kekayaan paseban adalah Rd Nyi Mas Arinta, ibu kandung dari Ratu Siti Djenar Sriningpuri Alibassa.

"Oki itu hanya seorang mantu dari Pangeran Djati Kusuma. Jangankan tanah yang akan di eksekusi, tanah paseban itu milik nenek saya, Emak Arinta, bukan ibu Saodah," bebernya.

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tjahjo Kumolo Berpulang, PDIP Berduka

Jumat, 1 Juli 2022 | 14:04 WIB

Perlukah Ganja Medis Dilegalkan di Indonesia?

Kamis, 30 Juni 2022 | 18:52 WIB

Daftar 12 Outlet Holywings yang Ditutup Pemerintah

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:42 WIB