Pro Kontra Wacana Cuti Hamil 6 Bulan, Berimbas ke Gender Equality di Tempat Kerja?

- Selasa, 21 Juni 2022 | 15:01 WIB
Pro Kontra Wacana Cuti Hamil 6 Bulan, Berimbas ke Gender Equality di Tempat Kerja (Freepik)
Pro Kontra Wacana Cuti Hamil 6 Bulan, Berimbas ke Gender Equality di Tempat Kerja (Freepik)

AYOCIREBON.COM - Wacana cuti hamil 6 bulan dalam RUU KIA yang digodok DPR menuai pro kontra. Apakah berimbas ke gender equality di tempat kerja?

Belakangan sedang dibahas wacana cuti hamil 6 bulan untuk perempuan yang melahirkan dan bekerja.

Wacana ini digulirkan untuk jadi beleid anyar UU KIA. Saat ini wacana cuti hamil 6 bulan tertuang dalam salah satu pasal RUU KIA.

Baca Juga: DPR Godok RUU KIA: Bahas Cuti Hamil 6 Bulan, Suami 40 Hari

Ternyata, tidak semua orang pro dengan wacana kebijakan ini. Ada yang bilang rencana ini bisa berimbas kepada gender equality di tempat kerja.

Cuti hamil dan melahirkan ini memang diperlukan setiap perempuan pekerja demi memberikan perhatian khusus kepada sang bayi dan kesehatan fisik serta mental dari ibunya. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak timbul masalah lain.

Disitat dari Suara.com, seorang warganet Twitter dari akun @asikinajageh mengungkap pendapatnya soal usulan cuti 6 bulan dengan mengatakan tidak sepenuhnya setuju dan membuat gap gender equality di tempat kerja jadi jomplang.

Baca Juga: Ketentuan Cuti 40 Hari bagi Suami dalam Draft RUU KIA

"Gak 100% setuju. Dikhawatirkan akan menimbulkan gap pekerja based on gender alias gender equality-nya jomplang lagi. Di perspektif perusahaan, dengan adanya cuti melahirkan 6 bulan (dan dibayar), membuat mereka lebih pilih hire karyawan daripada karyawati." cuit warganet tersebut.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tjahjo Kumolo Berpulang, PDIP Berduka

Jumat, 1 Juli 2022 | 14:04 WIB

Perlukah Ganja Medis Dilegalkan di Indonesia?

Kamis, 30 Juni 2022 | 18:52 WIB

Daftar 12 Outlet Holywings yang Ditutup Pemerintah

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:42 WIB