Kisah Ibu dari Lumajang Suarakan Legalisasi Ganja Medis Demi Putrinya yang Lumpuh Otak

- Kamis, 30 Juni 2022 | 17:29 WIB
Kisah Ibu dari Lumajang Suarakan Legalisasi Ganja Medis Demi Putrinya yang Lumpuh Otak (Twitter @andienaisyah)
Kisah Ibu dari Lumajang Suarakan Legalisasi Ganja Medis Demi Putrinya yang Lumpuh Otak (Twitter @andienaisyah)

AYOCIREBON.COM – Seorang ibu asal Lumajang melakukan aksi damai pada acara Car Free Day (CFD) di Bundaran HI dengan membawa poster bertuliskan "Tolong, Anakku Butuh Ganja Medis", Minggu, 26 Juni 2022 menghebohkan jagat maya.

Pemohon legalisasi ganja medis, Santi Warastuti merupakan ibu dari seorang anak pengidap lumpuh otak bernama Pika. Pada tahun 2022, ia pernah mengajukan uji materiil kepada MK untuk melegalisasi ganja medis di Indonesia.

Baca Juga: Wacana Legalisasi Ganja untuk Keperluan Medis, Begini Respons Anggota DPR

Santi membutuhkan ganja medis untuk dimanfaatkan pengobatan buah hatinya. Namun, usahanya terganjal dengan regulasi Undang-Undang Dasar 1945 (UUD) yang melarang penggunaan ganja, sebab termasuk Narkotika Gol I.

Respons DPR Soal Ibu Ajukan Legalisasi Ganja Medis

Menanggapì viralnya foto Pika dan ibu yang menyampaikan aspirasi, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penggunaan ganja untuk kebutuhan medis di Indonesia masih bertentangan dengan aturan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD).

"Di Indonesia masih belum memungkinkan, sehingga kita nanti akan membuat kajiannya untuk memungkinkan ganja itu salah satu obat medis yang memang bisa dipergunakan," katanya dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa 28 Juni 2022.

Sufmi menambahkan, DPR RI akan berkoordinasi dengan Komisi Teknis dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membuat kajian penelitian.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengatakan Indonesia harus memulai kajian tanaman ganja (cannabis sativa) demi tujuan kemanusiaan. "Demi menyelamatkan kehidupan Pika, dan anak penderita radang otak yang diyakini sang ibunda bisa diobati dengan ganja. Negara tidak boleh berpangku tangan melihat ‘’Pika-Pika’’ lain yang menunggu pemenuhan hak atas kesehatannya," ujarnya, Selasa 28 Juni 2022.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini