Perlukah Ganja Medis Dilegalkan di Indonesia?

- Kamis, 30 Juni 2022 | 18:52 WIB
Ilustrasi (Pexels/Michael Fischer)
Ilustrasi (Pexels/Michael Fischer)

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Arianti Anaya menyatakan, belum ada bukti manfaat klinis dari penggunaan ganja ataupun minyak ganja untuk pengobatan di Indonesia.

Apalagi ditunjang dengan sulitnya pengawasan penggunaan ganja jika dilihat dari letak geografis Indonesia.

"Dengan demikian, kalangan medis tidak menggunakan ganja dan produk turunannya pada saat ini," katanya disitat dari laman Kemenkes.

Arianti membeberkan, meski saat ini di Amerika salah satu kandungan ganja berupa Kanabidiol dapat memberikan efek anti epilepsi dan sudah disetujui FBI pada 28 Juni 2018 dengan nama epidiolex, di Indonesia terdapat drug of choice epilepsy, yaitu gabapentin, asam valproat, dan sebagainya.***(Naufal Hanif H)

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Istri Ferdy Sambo Putri Chandrawathi Resmi Ditahan

Jumat, 30 September 2022 | 20:52 WIB

Sah! Jokowi Teken Keppres Pemecatan Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 14:05 WIB