Pengacara Putri Candrawathi Singgung Pemakaman Brigadir J Secara Kepolisian, Bilang Perbuatannya Tercela

- Kamis, 28 Juli 2022 | 12:55 WIB
Pengacara Putri Candrawathi Singgung Pemakaman Brigadir J Secara Kepolisian, Bilang Perbuatannya Tercela (Tangkapan layar Facebook Rohani Simanjuntak)
Pengacara Putri Candrawathi Singgung Pemakaman Brigadir J Secara Kepolisian, Bilang Perbuatannya Tercela (Tangkapan layar Facebook Rohani Simanjuntak)


AYOCIREBON.COM - Pengacara Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, singgung pemakaman Brigadir J secara kepolisian, bilang perbuatannya tercela.

Dilansir dari Suara.com, Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J disebut tidak pantas dimakamkan dengan upacara kepolisian lantaran dianggap telah melakukan perbuatan tercela. Pernyataan itu datang dari Arman Hanis, pengacara Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.

Diketahui, Brigadir J tewas setelah diduga telah melakukan pelecehan dan menodong senjata api (senpi) terhadap istri Ferdy Sambo, beberapa waktu lalu. Terduga pelaku penembakan itu dilakukan oleh ajudan Sambo, Bharada E.

Baca Juga: Viral Jeje Slebew Citayam Fashion Week Didorong Polisi, Warganet: Fashion Boleh Tapi di Pinggir Jalan Aja!

Disebutkan Arman, berdasar Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 16 Tahun 2014, upacara pemakaman jenazah kedinasan polisi, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf i, merupakan perwujudan penghormatan dan penghargaan terakhir dari bangsa dan negara terhadap Pegawai Negeri pada Polri yang gugur, tewas atau meninggal dunia biasa.

Dalam Perkap tersebut, Arman menyebut dijelaskan bahwa bagi anggota yang meninggal dunia karena perbuatan tercela tidak dimakamkan secara kedinasan.

"Menurut hemat kami termasuk dalam perbuatan tercela," kata Arman kepada wartawan, Kamis, 28 Juli 2022.

Selain itu, Arman turut mengkritik pernyataan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak yang kerap berspekulasi di media. Salah satunya terkait luka jeratan di leher Brigadir.

Baca Juga: Profil Kombes Budhi Herdi Susianto, Kapolres Jaksel yang Dinonaktifkan Buntut Kasus Polisi Brigadir J

"Terbukti dari keterangan hasil autopsi yang disampaikan oleh Tim Autopsi, disampaikan tanda di leher tersebut adalah prosedur dalam melakukan autopsi, begitu juga dengan sayatan," katanya.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini