Gerindra Buka Peluang Usung Jokowi Jadi Cawapres Prabowo di 2024, Demokrat: Tirulah SBY

- Kamis, 15 September 2022 | 10:15 WIB
Gerindra Buka Peluang Usung Jokowi Jadi Cawapres Prabowo di 2024, Demokrat: Tirulah SBY (setkab.go.id)
Gerindra Buka Peluang Usung Jokowi Jadi Cawapres Prabowo di 2024, Demokrat: Tirulah SBY (setkab.go.id)

AYOCIREBON.COM - Gerindra megomentari ihwal peluang Jokowi menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Demokrat: di sisi lain berkomentar agar Jokowi meniru SBY.
Disitat dari Suara.com, menurut Gerindra kemungkinan itu bisa saja terjadi.

Diketahui nama Jokowi sebagai cawapres santer disebut usai Mahkamah Konstitusi (MK) menyebut tidak ada aturan larangan bagi presiden dua periode untuk maju menjadi cawapres di periode berikut.

Baca Juga: Lulusan SMA Kini Bisa jadi Presiden, Cek 22 Persyaratan Capres 2024


Terlebih PDI Perjuangan sebelumnya menilai Jokowi sangat bisa maju menjadi cawapres, kendati semua keputusan tergantung keinginan Jokowi mau atau tidak.

"Ya kalau kemungkinan ya ada saja. Dan secara konstitusi kan dipertegas oleh MK, tanpa putusan MK kan juga sudah jelas, bisa," kata Waketum Gerindra Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, dikutip Kamis, 15 September 2022.

Habiburokhman mengatakan, semua peluang dan kemungkinan mengenai cawapres dikembalikan lagi kepada keputusan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Baca Juga: Hasil Survei Pemilu 2024 PRMN-Promedia: 53,2 Persen Responden Setuju Pilih Capres dari Kalangan Sipil

Ia hanya menegaskan saat ini pemilihan sosok cawapres masih dalam proses.

"Ya kalau secara konstitusi memungkin. Tapi dalam konteks politik ya itu bukan kewenangan saya. Kewenangannya ada di Pak Prabowo kalau partai Gerindra," kata Habiburokhman.

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mewanti-wanti Presiden RI Joko Widodo agar tidak terjebak. Menurutnya, Jokowi harus mengikuti Presiden sebelumnya yakni Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

"Kalau Jokowi ingin memilih jalan yang sama seperti SBY, soft landing ya dengan kondisi yang baik dan dihormati sebagai bapak bangsa sebagai seorang negarawan. Atau malah termakan bujuk rayu brutus brutus di sekelilingnya. Yang melakukan permufakatan jahat untuk melanggengkan kekuasaan dengan berbagai cara," kata Herzaky kepada wartawan, Kamis, 15 September 2022, disitat dari Suara.com.

Baca Juga: Prabowo Deklarasi Capres Tahun Ini, Indonesia Resmi Beli Pesawat Rafale 42 Unit

Ia mengatakan, Demokrat lewat kepemimpinan SBY taat terhadap amanah reformasi, dengan hanya memimpin dua periode saja. Beralihnya orde baru ke reformasi tersebut karena ingin adanya pembatasan kekuasaan.

"Kenapa kita pergi dari orde baru itu memperjuangkan reformasi, karena ingin adanya pembatasan kekuasaan. Kemudian kita tahu bahwa tidak ada pembatasan kekuasaan itu sangat berbahaya sekali yang akan mendatangkan permasalahan besar bg bangsa dan merusak negeri ini," tuturnya.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini