Hukum Peringatan Rebo Wekasan dalam Ajaran Agama Islam Menurut Hadist

- Rabu, 21 September 2022 | 09:45 WIB
Hukum Peringatan Rebo Wekasan dalam Ajaran Agama Islam Menurut Hadist (dok. NU Online)
Hukum Peringatan Rebo Wekasan dalam Ajaran Agama Islam Menurut Hadist (dok. NU Online)

AYOCIREBON.COM -- Hukum peringatan Rebo Wekasan dalam ajaran agama Islam menurut beberapa hadist akan diulas dalam tulisan di bawah.

Rebo Wekasan yang merupakan sebutan untuk hari Rabu terakhir di bulan Safar dipercayai sebagian umat muslim sebagai hari paling sial.

Hal itu lantaran terdapat mitos mengenai Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan di masyarakat hingga ada tradisi untuk menghindarinya.

Lantas, kapan Rebo Wekasan 2022? Melihat pada kalender Hijriyah, hari Rabu terakhir di bulan Safar 1444 H jatuh pada hari ini, 21 September 2022.

Baca Juga: Pembangunan Tingkat Kelurahan dan RW Dinilai Terbengkalai, DPRD Kota Cirebon Upayakan Solusi Realisasi Bawal

Terdapat beberapa pandangan terkait hukum Rebo Wekasan menurut agama Islam, salah satunya hadist Ibn Abbas ra yang meyakini Rabu akhir di bulan Safar menjadi yang paling nahas.

Dari Ibn Abbas ra, Nabi Saw bersabda: “Rabu terakhir dalam sebulan adalah hari terjadinya naas yang terus-menerus.” HR. Waki’ dalam al-Ghurar, Ibn Mardawaih dalam at-Tafsir, dan al-Khathib al-Baghdadi dikutip dari Suara.com.

Adapun hukum meyakini datangnya malapetaka di akhir bulan Safar sudah dijelaskan oleh hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang berbunyi sebagai berikut.

Baca Juga: Keraton Kasepuhan Tiadakan Pasar Muludan, Ini Alasannya

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Shafar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Sementara itu, tradisi Rebo Wekasan di Indonesia telah muncul sejak abad ke-17, khususnya di kalangan masyarakat Sumatera, Sunda, Madura, dan Jawa yang rata-rata tinggal di kawasan pesisir.

Tradisi Rabu Wekasan dilakukan di akhir bulan Safar sebagai salah satu cara melawan sial. Ini berawal dari kepercayaan Islam di masa lalu yang menganggap bulan Safar adalah bulan pembawa sial dan petaka.

Baca Juga: Doa Tolak Bala Latin dan Terjemahnya, Dibaca Saat Rebo Wekasan Supaya Terhindar dari Musibah

Di mana ada kepercayaan jika hari Rabu terakhir di bulan Safar menjadi sumber datangnya penyakit, marabahaya, serta menjadi hari tersial di sepanjang tahun.

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Soal TPPU Panji Gumilang, Mahfud MD Sampaikan Ini

Sabtu, 5 Agustus 2023 | 20:26 WIB