Mengenang Tragedi G30S PKI : Sejarah Peristiwa Gerakan 30 September 1965

- Selasa, 27 September 2022 | 15:55 WIB
Monumen sejarah G30S.  ((unida.gontor.ac.id))
Monumen sejarah G30S. ((unida.gontor.ac.id))

AYOCIREBON.COM -- Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) merupakan salah satu sejarah terpahit bagi negara bangsa Indonesia.

Pasalnya, dalam kejadian tersebut Indonesia harus rela kehilangan enam Jendral dan satu orang perwira terbaik TNI AD dengan tenggat waktu 6 jam dalam satu malam yang diusung oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.

Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan salah satu partai tertua dan terbesar di Indonesia, partai ini mengakomodir adanya kalangan intelektual, buruh hingga petani pada rangkaian Pemilu tahun 1955.

Baca Juga: 7 Teori Dalang dari Peristiwa Gerakan 30 September 1965, G30S PKI Akal-akalan Soeharto?

Sejarah mencatat, PKI di Indonesia berdiri akibat adanya Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) yang merupakan partai kecil berhaluan dasar sosialisme atau kiri.

ISDV sendiri didirikan oleh tokoh asal Belanda bernama Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet atau dikenal dengan Henk Snevliet.

ISDV yang berpahamkan sosialisme pada akhirnya mulai merabah ke partai-partai kecil Indonesia yang pada saat itu hendak memperjuangkan kemerdekaan. Salah satu yang berhasil mereka masuki adalah partai Sarikat Islam (SI).

Baca Juga: Sejarah G30S, Tahun Genting 1965 dan Intrik Politik PKI - TNI - Soekarno

Beberapa tokoh yang berhasil SI yang pada saat itu berperan adalah Semaoen dan Darsono yang akhirnya dirangkul oleh ISDV dan menjadi salah satu tokoh yang berperan pada lahirnya Partai Komunis Indonesia (PKI).

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Tags

Artikel Terkait

Terkini