Lukas Enembe Selalu Mangkir Dari Panggilan Tim Penyidik, Pihak KPK Menjemput paksa Lukas!

- Kamis, 29 September 2022 | 07:23 WIB
Kasus Dugaan Korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe  (Istimewa/jangkauindonesia.com)
Kasus Dugaan Korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe (Istimewa/jangkauindonesia.com)

AYOCIREBON - Politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Papua, Lukas Enembe terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua.  

Pada 5 September 2022 lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua serta dugaan gratifikasi sebesar Rp 1 miliar.

Ali Fikri selaku Kepala Bagian Pemberitaan KPK mengatakan, tim penyidik telah mengirimkan surat panggilan kepada Enembe pada 7 September 2022. Namun, Enembe tidak hadir.

Baca Juga: Ini Alasan Lengkap Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Mau jadi Kuasa Hukum Putri Candrawathi


Setelah itu kemudian Enembe kembali dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 12 September 2022. Namun, Enembe kembali tidak memenuhi panggilan tersebut.

KPK telah mengirimkan surat panggilan kembali kepada Lukas Enembe setelah dua panggilan tersebut tidak dipenuhi untuk menghadiri pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, pada Senin 29 September 2022.


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, Lukas Enembe sudah dua kali tidak memenuhi panggilan dari tim penyidik karena alasan sakit.

Ali Fikri mengatakan keterangan mengenai kondisi Lukas itu hanya datang dari tim kuasa hukum Lukas, bukan dari pernyataan tim medis.

Alexander Marwata selaku Wakil Ketua KPK pun mengatakan, pihaknya akan mencari tau mengenai kebenaran tentang kondisi kesehatan Lukas yang sudah dua kali menghindar dari panggilan penyidik.

Halaman:

Editor: Asep Dadan Muhanda

Sumber: Suara.com, PMJNews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini