Klarifikasi Polri Usai Pakai Gas Air Mata pada Tragedi Kanjuruhan Malang

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:52 WIB
Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang (Twitter)
Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang (Twitter)

AYOCIREBON.COM -- Tragedi yang sampai membuka mata dunia ini disebut publik sebagai keteledoran Polri. Ratusan korban di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) diduga tewas karena penembakan gas air mata yang terlalu banyak.

Sejumlah pihak juga menyinggung bahwa ada larangan dari FIFA terkait penggunaan gas air mata untuk mengamankan massa di dalam stadion. Aturan ini tertuang pada Stadium Safety and Security Regulation Pasal 19.

Dengan kata lain, tim kepolisian yang berjaga saat laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya itu dianggap telah melanggar aturan FIFA. Buntut perkara ini, sepak bola Indonesia terancam menerima sanksi.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi Piala Asia U-17 2023: Timnas Indonesia Kalahkan Guam 14-0

Namun, polisi melalui laman resmi polri.go.id, Senin, 3 Oktober 2022 menyampaikan penjelasan versi mereka.

Penjelasan polisi dalam bentuk opini ini dipampang di laman resmi dengan judul "Yang Luput Perhatian Publik dari Tragedi Kanjuruhan".

Penjelasan itu terkait mengapa pemakaian gas air mata di Kanjuruhan wajar, meski dilarang FIFA. Alasan polisi menggunakan gas air mata disebut untuk menghentikan tindakan anarkis sebagian Aremania (suporter Arema).

Melansir Suara.com, atas dasar ini, mereka memilih bersikap fair play (bermakna profesional atau sportif).

Baca Juga: Di Balik Pintu 13 Stadion Kanjuruhan Malang : Seperti Kuburan Massal

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! UMK Pekanbaru 2023 Naik Jadi Rp3,31 Juta

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:04 WIB