Yamaha

Pesan Jokowi untuk Menjaga NKRI

  Kamis, 13 April 2017   
Presiden RI Joko Widodo sedang memberikan pidatonya dalam Haul Al Murhamin di Pondok Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/4). (AyoCirebon/Faqih Rohman)

CIREBON, AYOCIREBON.COM – Siapa yang tak senang kedatangan orang nomor satu di Indonesia? Tawa warga Pondok Pesantren Buntet mengiringi pidato Presiden RI Joko Widodo yang berbicara tentang penjagaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya mengajak para ulama saling beringan Insya Allah negara kita akan menuju negara yang makmur dan sejahtera dan itu harus didukung oleh komponen bangsa," Jokowi dalam pidatonya di acara Haul Al Marhumin di Pondok Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/4/2017).

Beberapa waktu sebelum pesan itu diucapkan, Jokowi menjadikan pengalamannya ketika kedatangan Sri Baginda Raja Salman beberapa waktu lalu ke Indonesia sebagai pengawal dan penutur pidatonya sampai akhir.

"Raja Salman pertama kali datang ke Bogor sudah disipakan rapi sekali, tetapi Allah berkehendak lain, saat beliau masuk hujan deras sekali, itu hujan berkah, hujan barokah kita semuanya, saat raja salman masuk ke istana saya payungi sendiri, karena hujan kemudian muter istana saya setiri sendiri pake mobil golf kecil," kata Jokowi diringi tawa warga pondok pesantren.

Namun, Jokowi merasa sedikit kecewa terhadap investasi yang diberikan Raja Salman kepada Indonesia yang hanya bernilai Rp 89 triliun, jauh jika dibandingkan investasi Arab ke Tiongkok yang mencapai Rp 870 triliun. “Padahal saya mayungi (Raja Salman) waktu hujan, saya sendiri kok dapatnya lebih kecil,” ujar pria bersenyum tipis ini.

Padahal, kata Jokowi, Indonesia adalah negara yang sangat dihormati oleh negara-negara lain lantaran kemampuannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan negara. Indonesia, tersusun dari 417 suku bangsa yang tersebar di 17.000 pulau, 34 provinsi, dan 516 kabupaten/kota.

"Kalau negara lain paling ada 2 - 3 suku itupun suka ribut sedangkan Indonesia memiliki 417 suku tetap satu, rukun dan tetap dalam NKRI,” ujar Jokowi menyemangati. Hal inilah yang kata Jokowi membuat Sri Baginda Raja Salman kagum sekali pada Indonesia.

Tapi Jokowi juga tidak menampik dengan adanya beberapa gesekan yang terjadi di Nusantara ini. Namanya juga dinamika kehidupan, begitu ujar Jokowi. Namun ia tetap yakin, secara garis besar, Indonesia tetap bersatu rukun dalam kehidupan sehari-harinya.

Tak lupa, Jokowi juga mengajak para ulama dan masyarakat untuk tetap bersatu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia agar jadi negara yang makmur dan sejahtera. Ia berpesan pada Pondok Pesantren Buntet agar terus membimbing masyarakat sekitar untuk tetap menghadirkan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Agama yang menuntun kesalehan pribadi dan sosial, cinta damai, tidak suka mengumpat dan mencela. Agama yang selalu menghormati dan menghargai sesama.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung.

(Fawih Rohman Syafei)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar