Yamaha

Menag RI Lukman Hakim akan Tindaklanjuti Rekomendasi KUPI

  Jumat, 28 April 2017   
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin berbicara pada awak media usai Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 2017 di Pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/4). (AyoCirebon/Faqih Rohman)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin akan menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan oleh ulama perempuan mengenai peraturan perundang-undangan batasan usia pernikahan. 

"Pemerintah akan mengkaji rekomendasi tersebut, akan tetapi batasan usia pernikahan itu domain dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Saya akan komunikasikan dahulu dengan Ibu Yohana bahwa ini ada rekomendasi yang sangat baik dari KUPI," ujarnya kepada awak media di Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon, Kamis (27/4).

Lukman mengatakan bahwa nantinya tidak menutup kemungkinan pemerintah ataupun DPR yang akan mengajukan revisi Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. 

Akan tetapi, Lukman menjelaskan jika fenomena pernikahan usia dini harus dicegah atau diminimalisir oleh peran serta orang tua, masyarakat dan juga pemerintah. Jangan sampai anak-anak harus menjalani situasi yang semacam itu. Sebab, anak-anak belum siap untuk memikul dan mengemban tanggung jawab rumah tangga.

"Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga anak-anak kita yang belum masuk usia nikah karena situasi dan kondisi lalu dipaksa memasuki jenjang rumah tangga atas alasan apapun," jelasnya.

Lukman menambahkan, kongres ini berhasil membuka wawasan kita terlebih mengenai isu-isu sensitif perempuan tentang kekerasan rumah tangga dalam ikatan pernikahan, karena dalam membina hubungan rumah tangga harus didasari kerelaan bersama. 

"Tidak boleh satu pihak memaksa pihak lain untuk melakukan hal-hal seperti itu," tambahnya. 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar