Yamaha

PT KAI Mencatat Ada Kenaikan Penumpang pada Mudik Lebaran 2017

  Jumat, 30 Juni 2017   
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Umarul Fariq)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- PT Kereta Api Indonesia mengklaim pada arus mudik tahun ini jumlah penumpang mengalami kenaikan sebesar enam persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

"Alhamdulillah pada tahun ini sampai tanggal 29 Juni, tercatat jumlah penumpang sudah 3,8 juta orang atau naik enam persen, dan kemungkinan akan meningkat menjadi enam sampai tujuh juta orang jika dilihat dari tren kenaikan jumlahnya," ujar Dirut PT KAI Edi Sukmoro saat sidak ke Stasiun Kejaksan Kota Cirebon, Jumat (30/6/2017).

Edi mengatakan bahwa hingga saat ini di beberapa stasiun di daerah Jakarta masih dipadati oleh masyarakat yang masih mudik. Hal ini disebabkan oleh waktu libur yang relatif lebih lama dibanding biasanya. 

"Dari arah Jakarta masih penuh, misal di Stasiun Senen ada 25.000 penumpang per hari, Gambir ada 15.000 per hari. Ini masih arus mudik bukan arus balik ya," katanya.

Untuk puncak arus balik kereta api, indikasinya adalah jika semua bangku sudah terisi penuh dari daerah menuju arah Jakarta, dan hingga sekarang belum terlihat 'gejalanya'. Diprediksi puncak arus balik akan terjadi di H+4 dan H+5 akan tetapi arus mudik per hari ini masih tinggi. 

Dijelaskan juga terkait adanya rumor pemalsuan tiket yang sempat merebak. Menurutnya, kasus itu ada dua kemungkinan yakni pemalsuan atau percaloan. Dan jika benar ada pemalsuan, Edi menjamin tidak mungkin bisa karena tiket palsu tidak dapat digunakan untuk boarding penumpang di kereta api. 

"Boarding nanti enggak bisa, identitas beda, nomor beda, kertas yang digunakannnya pun pasti beda dengan yang berasal dari PT KAI. Nah kalau pun lolos nanti bakal jadi double shit sehingga pemalsuan tidak mungkin," ucap Edi. 

Dan jika untuk perjokian mungkin saja terjadi. Dugaan terbesar saat ini mengarah ke praktik joki pemesanan tiket, "Untuk tahun ini tidak ada malah ada yang ketangkap pemalsuan orang ini pakai kertas hvs biasa yang di print jadi ketahuan di boarding, katanya sih belinya di temannya," katanya. 

Edi mengimbau untuk calon penumpang kereta api sebaiknya membeli tiket di gerai atau tempat-tempat penjualan resmi, supaya tidak terjadi lagi tindak penipuan yang akan merugikan calon penumpang. 

(Faqih Rohman Syafei)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar