Yamaha

Duka yang Ditinggalkan Ii Solihin

  Senin, 03 Juli 2017   
Saniah memamerkan foto Mayor Laut Anumerta (P) Ii Solihin, Cirebon, Senin (3/7). (AyoCirebon/Faqih Rohman)

CIREBON, AYOCIREBON.COM – Siapa yang bisa memprediksi umur? Kabar buruk itu mendadak datang di Minggu, 2 Juli 2017 sore. Sebuah helikopter milik Basarnas jatuh di Bukit Muntung Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung dalam perjalanannya untuk menolong korban letusan Kawah Sileri, Dieng, Jawa Tengah. Insiden itu pula yang kemudian mengambil nyawa Mayor Laut Anumerta (P), Ii Solihin.

Kematian Ii rupanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Terlebih sang istri, Rizky Ananda Pratiwi yang sedang mengandung empat bulan anak pertamanya.

Ketika jenazah sang suami tiba di rumah duka di Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, terpancar raut kesedihan dari wajah Ananda Pratiwi yang turut menemani jenazah dari Semarang. Ia lunglai melihat suaminya yang terbujur kaku dibungkus kain kafan. Raut kesedihan pun terlihat dari sanak keluarga yang berdatangan ke rumah duka. Bahkan sang Ayah sempat pingsan melihat jenazah anaknya.

Ii dan Rizky yang baru menikah pada tanggal 5 Februari 2017 ini berencana akan melaksanakan syukuran nuju bulan kandungannya pada September mendatang. Namun sayang, rencana bahagia itu harus batal lantaran Ii gugur saat menjalankan tugas kemanusiaannya.

Saniah, sepupu korban, menyatakan bahwa Ii dikenal sebagai sosok yang berwibawa, pintar dan dekat dengan keluarga. Terlebih ia adalah anak pertama dari tiga orang bersaudara yang kesemuanya adalah lelaki. 

"Sosoknya berwibawa dekat dengan keluarga, suka bercanda, sopan dan juga pintar terbukti selalu berprestasi semenjak sekolah," ujarnya kepada AyoCirebon dengan suara lirih mengenang Ii, Senin (3/7/2017).

Insiden jatuhkan helikopter milik Basarnas yang dinaiki Ii itu diketahui keluarga melalui pemberitaan-pemberitaan di media massa. Ditambah dengan ketarangan adik Ii yang sama-sama tinggal di Surabaya.

Sebelumnya, keluarga sempat tidak mempercayai kabar tersebut. Sebab, pada hari Sabtu, sebelum insiden terjadi, Ii masih sempat menghadiri acara syukuran keluarga. Bahkan Ii sempat bercanda akrab bersama sanak saudara, seolah tidak akan pulang cepat.

Sebenarnya tugas utama Ii hanya memantau arus mudik dan balik Lebaran. Namun atas keinginannya, ia diperbantukan di Basarnas untuk membantu ketika ada peristiwa meletus Kawah Sileri di Dieng, Jawa Tengah. "Adiknya memastikan dan kasih tahu ke keluarga bahwa Ii memang diperbantukan di helikpoter tersebut," kata Saniah. 

Tidak ada sedikit pun firasat berarti yang dirasa Saniah sebelum Ii pergi. Permintaan doa Ii saat hendak pergi jauh untuk bertugas bagi Saniah adalah hal yang lumrah dilakukan saudaranya. “Dulu juga sebelum ke Libanon (Ii) minta didoakan juga,” ujarnya.

(Faqih Rohman Syafei)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar