Yamaha

PNS Sumedang Kembangkan Minimarket Sanitasi dengan bjb KGB

  Selasa, 16 Januari 2018   A. Dadan Muhanda

SUMEDANG, AYOCIREBON.COM—Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Sumedang berhasil mengembangkan Minimarket Sanitasi dan Bank Sampah setelah memperoleh kucuran dana dari bjb Kredit Ghuna Bakti.

Adalah Kepala Sub Bagian Program Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Ekki Riswandiyah Utomo yang membangun  Minimarket Sanitasi dan Bank Sampah di Jalan Raya Darangdan, Sumedang karena kecintaannya terhadap kelestarian lingkungan.

 Minimarket Sanitasi dan Bank Sampah pertama di Kabupaten Sumedang itu berdiri sejak 2006. Model bisnis berbasis lingkungan itu merupakan ekspansi bisnis butik bernama Safra. Butik di Kecamatan Tanjungsari itu dibangun usai dipindahkan tugas  dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang ke Kabupaten Sumedang pada 2003,.

Minimarket Sanitasi dan Bank Sampah merupakan model bisnis produk yang ramah lingkungan. Seluruh barang yang dijual di minimarket tersebut, merupakan produk daur ulang dan peralatan yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan.

Sebelum mendirikan minimarket itu pada 2006, Ekki bersama sejumlah relawan kerap memberikan pelatihan tentang proses pembuatan produk daur ulang hingga ke desa-desa.

Kegiatan itu selaras dengan posisi Ekki yang saat itu sebagai Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling), Dinkes Kabupaten Sumedang. Memang, kegiatan sosialisasi kesling ketika itu tidak didukung oleh anggaran yang memadai dari APBD atau APBN. Saat itu, Ekki dan para relawan harus menutupinya dari uang saku pribadi.

‘’Kami lakukan dengan sukarela, istilahnya rombongan lillahi ta’ala atau disingkat Romli,’’ ujar Eki.

Ada 26 kecamatan dan 277 desa yang secara bertahap diberi pelatihan kesling oleh Ekki. Hingga akhirnya warga yang dilatihnya itu mampu membuat berbagai produk kerajinan tangan atau handycraft dari bahan daur ulang. Untuk menampung hasil kerajinan dari bahan daur ulang itu, Ekky kemudian berinisiatif mendirikan minimarket untuk membantu warga dalam memasarkan dan menjual produk yang dihasilkan.

Saat usahanya berkembang, Ekky kemudian membutuhkan suntikan dana segar. Dari kebutuhan modal itu, ibu dari dua anak itu sempat menengok skema kredit beberapa bank. Dari sekian skema kredit bank yang dia pelajari, ternyata pinjaman ke bank bjb yang dianggap paling menarik.

Selain bunga pinjaman yang kompetitif, persyaratan yang berlaku di bank bjb tidak berbelit-belit. Ekki memilih kredit konsumer bank bjb bernama bjb KGB (Kredit Guna Bhakti) pada 2006. bjb KGB merupakan skema kredit yang disiapkan bagi pegawai yang berpenghasilan tetap.

Dalam mengajukan pinjaman ke bank bjb, Ekki sama sekali tidak merasa direpotkan dengan prosedur yang harus dilalui. Persyaratan yang diberlakukan bank bjb terasa ringan bagi Ekki. Dalam mendapatkan bjb KGB, Ekki hanya mengagunkan surat keputusan (SK) pengangkatannya sebagai PNS. Hanya dalam hitungan hari, Ekki langsung menerima uang pinjaman dari bank bjb.

Uang pinjaman itu masuk ke rekening bank bjb miliknya. Ekki merupakan nasabah bank bjb sejak lama. Bantuan itulah yang digunakan Ekki untuk menjalankan Minimarket Sanitasi dan Bank Sampah.

Selain menghasilkan nilai ekonomi, semua yang dilakukan Ekki bersama para Pokja AMPL berhasil mengharumkan Kabupaten Sumedang. Sejumlah prestasi yang diraih Kabupaten Sumedang dari kegiatan Pokja AMPL dan UPS itu, di antaranya Sehat Swasti Saba Padapa (2013), Adipura Kota Kecil (2014), Swasti Saba Wiwerda (2015), Terbaik P2WKSS tingkat Provinsi Jabar bidang pengembangan ekonomi melalui Bank sampah, dan juara 3 Lingkungan Bersih Sehat pada Kesehatan Keluarga PKK-KB Kesehatan tingkat Nasional.

Bahkan pada 2016, Kabupaten Sumedang meraih Anugerah Paradita Ekapraya, yaitu kabupaten yang konsisten menerapkan program mengutamakan gender dan ramah anak, yang salah satunya dilakukan melalui pendekatan sanitasi ini.

Kabupaten Sumedang juga sebagai inovator pelayanan publik melalui Minimarket Sanitasi dan Bank Sampah tingkat Kabupaten oleh Pemprov Jabar.

Sementara dari sisi bisnis, Minimarket Sanitasi dan Bank Sampah berhasil menghadirkan omzet minimal Rp 30 juta per bulan. Minimarket Sanitasi dan Bank Sampah yang dikelola Ekki berhasil memicu tumbuhnya para perajin produk ramah lingkungan hingga tingkat desa.

‘’Terima kasih bank bjb telah menopang bisnis kami yang berbasis lingkungan ini,’’ ujarnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar