Yamaha

Tekan Kenalakan Remaja, Polres Cirebon Kota Buat Program Polisi Siswa

  Rabu, 17 Januari 2018   Faqih Rohman Syafei
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid. (FAqih Rohman/ayotasik)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Guna mengantisipasi terjadinya tawuran antara pelajar di Kota Cirebon, Kepolisian Resort Cirebon Kota akan membuat program Polisi Siswa yang ditempatkan setiap sekolah yang ada di Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid, menuturkan sampai saat ini program tersebut tengah digodok agar bisa berjalan dengan baik. Nantinya setiap lima orang siswa dari masing-masing sekolah akan dijadikan kader menjadi Polisi Siswa dengan tujuan membantu polisi untuk menekan angka kenakalan remaja.

"Program ini bagaimana siswa tersebut bisa memberikan informasi atau seperti informan polisi, untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja seperti tawuran, narkoba, sex bebas dan lain sebagainya," ujarnya kepada Ayocirebon, Rabu (17/1/2018).

Para siswa tersebut akan diberikan bimbingan dasar meliputi pengaturan lalu lintas dan pengetahun tentang KUHP agar mereka punya bekal dan pertahanan ketika terjun langsung di lapangan atau sekolahnya. 

"Bimbingan itu hanya sehari diajarkan KUHP yang sifatnya dasar seperti sanksi tentang penyalahgunaan narkoba, tindak kekerasan dan lain sebagainya. Itu hanya dasar saja," beber Adi. 

Adi pun mengaku bahwa program ini tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Cirebon agar ikut serta dalam mengawal program Polisi Siswa. 

"Dalam waktu dekat, kami akan kirim surat ke Dinas Pendidikan, dan kami pun rutin melakukan pertemuan dengan kepala sekolah," ucapnya. 

Dia menambahkan selama ini Polres Cirebon Kota telah melakukan kegiatan Polisi Goes to School yang dilakukan setiap Senin pada awal bulan. Kegiatan ini melibatkan Kapolsek, perwira polisi dan lain sebagainya yang senantiasa berkunjung ke sekolah-sekolah.

Adi menambahkan, semua itu kembali lagi ke pihak sekolah. Bagaimana peran sekolah menekan kenakalan remaja dengan membuat ekstrakulikuler yang bisa mengarah energi berlebihan dari oara siswanya. 

"Mereka juga pernah menjadi inspektur upacara disitulah, dan kami menyampaikan pesan-pesan supaya kenakalam remaja bisa ditekan," pungkas dia. 

 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar