Yamaha

Mengenang, 10 Kartini Jadi Awak Kapal Wanita Pertama di Indonesia

  Rabu, 21 April 2021   Redaksi AyoBandung.Com

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM--Dua Tahunlalu, tepat di Hari Kartini ini, sebanyak 10 wanita muda menjadi bagian dari satu set crew kapal wanita pertama di Indonesia PSL Baldwin milik Pertamina yang di launching di Dermaga Muara Jati, Pelabuhan Cirebon, Sabtu (21/4/2018).

Ketua Umum Indonesia Female Mariner (Ifma), Kapten Suarniati mengatakan dengan adanya satu crew kapal wanita pertama di Indonesia tersebut, memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa wanita pun bisa menjadi bagian dari awak kapal, yang selama ini didominasi oleh kaum pria. 

"Ifma berjuang agar pelaut Indonesia bisa dilihat dari kemampuannya, bukan dari gendernya," ujarnya kepada awak media di Pelabuhan Cirebon, Sabtu (21/4/2018).

Menurutnya selama ini awak kapal wanita selalu dipandang sebelah mata, namun pada kenyataannya ketika dilapangan kemampuan wanita bisa melebihi pria dari segi loyalitas, kredibilitas, dan profesionalitasnya. Lebih lanjut dikatakan Suarniati beberapa shipping company mengakui kemampuan pelaut wanita tidak bisa dianggap remeh.

"Di Ifma punya kapten kapal pertama di Indonesia dan ada juga dari Benua Amerika," katanya.

Dia menjelaskan dari segi ukuran kapal PSL Baldwin ini memiliki ukuran yang kecil, namun spesifikasinya sangat berbeda serta sangat sulit bila dibandingkan dengan kapal modern lainnya yang lebih mudah pengoperasiannya.

Di kapal ini mereka dituntut untuk menggunakan tenaga, otot, dan pengetahuannya, serta harus lincah, cekatan, dalam mengoperasikannya.

"Bila mereka mampu mengatasi kesulitan yang ada di kapal kecil ini dan beda dengan kapal modern, berarti yang lainnya bisa dan mampu juga," terang Suarniati. 

Suarniati berharap kepada pemerintah agar bisa memberdayakan dan memperhatikan pelaut wanita. Karena di Indonesia pelaut wanita belum dipandang dan tidak diperhitungkan, bahkan ada yang mendikriminasikan pelaut wanita tidak bisa berbuat apa-apa. 

Sementara itu, Kapten Kapal PSL Baldwin, Vera Melinda mengaku ini pertama kali bagi dirinya memimpin kapal yang semuanya berawakan wanita. Adapun kesulitan yang harus dihadapi ketika mengoperasikan kapal berjenis tag boat ini adalah semuanya menggunakan tenaga manual berbeda dengan kapal modern.

"Saya pernah coba bawa kapal ini sebulan, kesulitannya semuanya pakai tenaga manual. Wilayah kerja kapal ini di Pertamina Balongan, Indramayu," pungkasnya.
 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar