Yamaha

Menikmati Goa Sunyaragi di Cirebon, Tak Lagi Menjual Mitos

  Rabu, 03 Maret 2021   Redaksi AyoBandung.Com
Taman Air Goa Sunyaragi di Cirebon. (Dokumen ayocirebon)
AYO BACA : Mitos Jalan Karanggetas Kota Cirebon yang Bisa Bikin Pejabat Apes

AYO BACA : Lorong Goa Sunyaragi Cirebon, Akses Menuju Tiongkok dan Mekkah

KESAMBI, AYOCIREBON.COM -- Taman Air Goa Sunyaragi di Cirebon tak lagi menjual mitos. Keunikan dengan gaya kekinian menjadi daya tarik yang coba ditawarkan sebagai salah satu destinasi wisata.
 
Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi, Jajat Sudrajat menceritakan dahulu Goa Sunyaragi terkenal dengan berbagi mitos yang menyelimutinya. Setiap malam jumat, Goa Sunyaragi dipadati oleh para pengunjung.
 
Bahkan ketika itu, belum dikenakan tarif masuk untuk masuk, tetapi ada uang sukarela yang dipergunakan untuk operasional kebersihan disekitar Goa Sunyaragi. 
 
"Setelah saya tahun 1997 diberikan mandat oleh Sultan Sepuh XIII untuk mengelola. Sedikit demi sedikit saya benahi," ungkapnya kepada ayocirebon 
 
Dia menjelaskan sebelum dibenahi, di Goa Sunyaragi sering dijadikan tempat mesum dan perbuatan negatif lainnya. Terkadang ditemui kondom, botol minuman keras dan lainnya.
 
Hal ini didukung suasan tempat ketika malam hari yang gelap gulita tanpa ada penerangan yang cukup. Ditambah lagi letaknya yang dekat dengan terminal.
 
"Pada tiga tahun pertama saya sering dipanggil oleh polisi dimintai keterangan. Bahkan saya pun sering berhadapan dengan warga yang dagang disekitar karna omset dagangnya menurun," jelasnya.
 
Menurutnya hal tersulit mengubah Goa Sunyaragi menjadi tempat yang layak untuk destinasi wisata adalah mindset orang-orang sekitarnya. Dan tentunya, proses pembenahan ini memakan waktu yang cukup lama.
 
"Pada tahun 2000 mulai dikenakan tarif masuk sekitar Rp2.000/orang," ucap Jajat.
 
Jajat mengatakan hasil dari perubahan Goa Sunyaragi menjadi salah satu destinasi favorit di Cirebon mendapatkan Anugerah Kawistara Ramah Berbudaya dari Pemkot Cirebon sebagai bentuk apresiasi.
 
Setelah direvitalisasi pada tahun 2014 lalu dan dibukanya Tol Cipali memberikan dampak positif untuk peningkatan jumlah pengunjung atau wisatawan. Agar tidak ketinggalan jaman beberapa fasilitas penunjang dilengkapi. 
 
"Ini untuk menarik minat generasi muda sekarang supaya mereka mau belajar sejarah, sengaja dibuat beberapa spot foto yang instragramable," katanya. 
 
Terbukti, banyak pengunjung yang  berswafoto atau foto bersama di Goa Sunyaragi. Karena saat ini menjual mitos sudah tidak laku.

AYO BACA : Profil Jemimah Cita yang kaya akan prestasi Akademik


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar