Yamaha

Tari Topeng Simpan Filosofi Kehidupan Manusia

  Kamis, 30 Agustus 2018   Faqih Rohman Syafei
Tari Topeng Cirebon. (Ilustrasi)
PEKALIPAN, AYOCIREBON.COM -- Tari topeng merupakan kesenian tradisional asal Cirebon yang sudah melegenda. Dibalik keindahan gerak tariannya menyimpan makna filosofis tentang kehidupan. 
 
Pemerhati Seni dan Budaya Cirebon, Elang Heri Komarahadi mengatakan tari topeng Cirebon memilki lima karakter topeng, yaitu Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung, dan Klana. Masing-masing kelima topeng itu menggambarkan perjalanan kehidupan manusia.
 
"Tari topeng, gambarkan perjalanan manusia dari mulai lahir hingga sampai masa kejayaan," ungkapnya kepada ayocirebon.com, Kamis (30/8/2018).
 
Topeng panji memiliki warna putih yang melambangkan sosok manusia yang baru mengenal dunia dengan karakter alim atau perlambang kesucian. Topeng samba berwarna putih gading dan digambarkan sebagai seseorang yang selalu belajar atau ikhtiar serta memiliki sifat lincah dan ingin tahu.
 
"Topeng samba wandanya lebih ganjen atau banyak aksesorisnya," katanya. 
 
Kemudian topeng rumyang yang mempunyai dua karakter yaitu lembut dan gagah. Rumyang sendiri berwarna merah muda dengan paras yang menengadah. Lalu, topeng tumenggung berwarna merah muda tua yang merupakan gambaran dari kemapanan. Tumenggung adalah utusan raja yang patuh pada pimpinan.
 
"Bentuk dari topeng tumenggung sendiri memiki mata belo, berkumis dan digambarkan gagah," ucap Elang. 
 
Terakhir, topeng klana berwarna merah simbol dari angkara murka dan titik puncak dari fase kehidupan. Ketika seseorang berada pada fase ini terkadang lupa diri, seenaknya serta dikendalikan oleh nafsu.
 
Elang menjelaskan kesenian tari topeng sudah berusia ratusan tahun, diperkirakan sudah pada masa Sunan Gunung Jati bertahta sebagai Sultan Cirebon pada abad ke-14 masehi. 
 
Ketika masa itu, tari topeng digunakan oleh para wali sebagai media menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Karena bisa mengundang orang untuk datang berkumpul.
 
"Ketika berdakwah dengan media tari topeng para wali atau sunan menyisipkan ajaran Islam didalamnya," jelasnya. 
 
Dia menambahkan dalam pementasan tari topeng biasanya diiringi dengan musik dari gamelan. Dan seiring perkembangan jaman, gaya tari topeng pun mulai berkembang.
 
"Muncul berbagai macam versi atau gaya tarian diantaranya gaya Slangit, Indramayu, Palimanan, Gegesik dan Losari. Namun semuanya masih pada pakemnya," pungkasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar