Yamaha

Wagub Jabar Hadiri Pembacaan Babad Cirebon

  Rabu, 12 September 2018   Faqih Rohman Syafei
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri acara pembacaan Babad Cirebon di Bangsal Witana, Keraton Kanoman dalam rangka Hut Ke-649 Kota Cirebon, Rabu (12/9/2018). (Faqih/ayocirebon)
LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri acara pembacaan Babad Cirebon di Bangsal Witana, Keraton Kanoman dalam rangka Hut Ke-649 Kota Cirebon, Rabu (12/9/2018).
 
Uu tiba sekitar pukul 20.30 WIB dengan memakai kemeja berwarna hijau. Dia langsung menuju Bangsal Witana, Keraton Kanoman, Cirebon didampingi Pejabat Kota Cirebon dan tamu undangan lainnya.
 
Dalam sambutannya, Sultan Anom XII Pangeran Raja Muhamamad Emiruddin yang dibacakan oleh Pangeran Patih Raja Muhammad Qadiran mengatakan acara ritual pembacaan Babad Cirebon bertepatan dengan malam satu suro. Babad Cirebon mengisahkan tentang sejarah awal mula berdirinya Cirebon sejak ratusan tahun lalu. 
 
Dikatakannya, acara pembacaan di Bangsal Witana karena ini merupakan tempat atau bangunan pertama yang ada di Cirebon. Witana sendiri berasal dari kata awit-awit ana yang bermakna permulaan ada. \"Witana merupakan awal mula atau asal mula Cirebon,\" ungkapnya, Rabu (12/9/2018).
 
Acara yang digelar secara lesehan ini, diterangkan Qadiran yakni untuk mengingatkan dan menyadarkan bahwa rakyat dan pejabat harus saling menghargai. 
 
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengaku terhormat diundang hadir dalam pembacaan Babad Cirebon yang berlangsung di Bangsal Witana, Keraton Kanoman, Cirebon. Diungkapkannya selain menghadiri undangan, kedatangannya ke Cirebon untuk bersilaturahmi dengan warga Cirebon.
 
\"Silaturahmi dengan masyarakat Cirebon dan Keluarga Kesultanan Kanoman, Cirebon,\" katanya.
 
Menurutnya, tradisi pembacaan Babad Cirebon yang rutin digelar setiap tahun ini yakni untuk mengingatkan bahwa Cirebon mempunyai andil besar dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Karena itu, Cirebon hingga kini dikenal sebagai Kota Wali. 
 
\"Cirebon dikenal ajaran Islamnya kuat, dan banyak memiliki pesantren. Di Pesantren Pasambangan yang dipimpin oleh Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Nurul Jati, Pangeran Walangsungsang dan Rara Santang keturuan Prabu Siliwangi belajar agama Islam disini,\" ungkapnya.
 
\n
Selain itu, pembacaan Babad Cirebon menjadi sarana mengenalkan budaya Cirebon hingga Mancanegara, sehingga wisatawan banyak berkunjung ke Cirebon. Melalui ini juga diharapkan memberikan spirit kepada generasi muda agar selalu melestarikan dan merawat sejarah budaya Cirebon agar tidak hilang ditelan jaman. 
 
\"Budaya Cirebon agar tidak punah terlebih di era milenial ini,\" pungkasnya. 
\n

AYO BACA : Petis, Makanan Kegemaran Putri Ong Tien

AYO BACA : Pedati Gede, Saksi Bisu Syiar Islam Pangeran Cakrabuana di Tahun 1300-an


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar