bank bjb
  

Mitos Jalan Karanggetas Kota Cirebon Yang Sangat Tersohor, Tak ada Pejabat Berani Lewat

  Selasa, 02 Maret 2021   Redaksi AyoBandung.Com
Mitos Jalan Karanggetas Kota Cirebon Yang Sangat Tersohor, Tak ada Pejabat Berani Lewat
Jalan Karanggetas, Kota Cirebon. (Dokumen Faqih R Syafei/ayocirebon).

PEKALANGAN, AYOCIREBON.COM--Cirebon menyimpan beragam cerita dan mitos. Salah satunya, tentang mitos Jalan Karanggetas, Kota Cirebon. Konon jika seseorang yang memiliki ilmu kanuragan melintas di jalan tersebut, kesaktiannya akan hilang seketika. 

Menurut Filolog Cirebon, Raffan Hasyim mitos tentang Jalan Karanggetas kerap dihubungkan dengan kisah Syekh Magelung Sakti. Dikatakannya, Syekh Magelung Sakti merupakan orang sakti mandraguna pada waktu itu. 

Setiap melewati sebuah wilayah, dia selalu mencari dua orang yaitu ksatria yang sakti dan guru yang sakti. Bila bertemu dengan ksatria, maka dia akan mengajaknya berduel. Sedangkan saat bertemu dengan guru yang sakti, maka dia belajar kepadanya. 

"Dari wilayah Syiria sampai ke Cirebon, Syekh Magelung Sakti selalu menang melawan keduanya. Sehingga kepribadiannya menjadi congkak atau sombong," ujarnya kepada ayocirebon.com.

Dia mengatakan, Syekh Magelung Sakti memiliki rambut yang sangat panjang hingga menyentuh tanah. Selain itu, rambutnya tidak bisa dipotong oleh benda atau senjata apapun. Syekh Magelung Sakti tiba di Cirebon melalui dermaga Muara Jati, tujuannya untuk menemui Sunan Gunung Jati. Ketika berjalan di sekitar daerah Tangkil, dia bertemu dengan tukang kayu yang kemudian dikenal dengan nama Sunan Bentong. 

Tukang kayu tersebut kemudian mengajak Syekh dan dua pengawalnya Pangeran Sokawiyana dan Pangeran Sokawiyani untuk berisitirahat ke rumahnya. Kedua pengawal tersebut kemudian unjuk kekuatan.

"Tukang kayu itu, kemudian ikut mainan atau uji kekuatan juga. Ternyata kekuatan lebih hebat dibanding kedua pangeran," katanya. 

Singkat cerita, tukang kayu itu menyuruh Syekh Magelung Sakti ke arah selatan jika ingin bertemu Sunan Gunung Jati, sedangkan kedua pangeran kearah ke Selatan.

Karena capek menempuh perjalanan, Syekh pun beristirahat. Tiba-tiba Sunan Gunung Jati memotong rambutnya Syekh Magelung Sakti dengan tangannya, ketika tersadar Syekh itu tidak menumukan siapa pun. 

"Hanya ada suara tanpa rupa yang menyuruhnya, untuk pergi ke daerah Panguragan bila ingik bertemu Sunan Gunung Jati," ucapnya.

Ditambahkan Raffan, karena kesohorannya mantan Presiden Soeharto pun tidak berani melewati jalan tersebut. Dan beberapa pejabat lainnya melakukan hal yang serupa jika berkunjung ke Kota Cirebon. 

"Pak Harto bahkan tidak berani untuk melintasi Jalan Karanggetas ketika berkunjung ke Cirebon," pungkasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar