Yamaha

KULINER CIREBON: Kue Gonjing Jajanan Tempo Dulu Yang Masih Diburu Wisatawan

  Kamis, 25 Maret 2021   Redaksi AyoBandung.Com
Kue Gonjing (Faqih Rohman Syafei)

AYO BACA : Ada Simbol Freemason Pada Keramik di Makam Sunan Gunung Jati

KESAMBI, AYOCIREBON.COM -- Ditengah banyaknya ragam jajanan kekinian yang menjamur, kue gonjing jadi salah satu jajanan tempo dulu yang masih tetap bertahan. Bahkan, kue ini masih banyak diburu oleh para pecinta kuliner. 

Kue yang mempunyai rasa khas gurih dan manis ini, dikenal juga didaerah lainnya dengan nama yang berbeda. Di Jakarta terkenal dengan nama kue pancong, sedangkan di Bandung disebut kue bandros.

Salah seorang pedagang, Sobur Sobirin mengatakan selama 30 tahun dirinya berjualan kue gonjing di depan Pasar PGC, Kota Cirebon. Kepopuleran kue gonjing tidak pernah pudar tergerus zaman.

Menurutnya, rasa khas kue gonjing yang membuat penikmat kuliner tidak bosan menikmatinya dalam berbagai waktu. Selain itu, harganya yang relatif murah membuat semua kalangan bisa menikmatinya.

"Banyak yang beli, karena rasanya enak dan tidak pernah berubah dari dulu. Saya dulu jual satunya lima perak, tapi sekarang Rp2.000 untuk tiga kue," katanya, Minggu (7/10/2018).

Dia menjelaskan untuk membuat kue gonjing bahan yang diperlukan yakni tepung beras, tepung terigu, kelapa dan garam. Kesemua bahan tersebut kemudian dicampurkan menjadi satu adonan yang siap di masak.

"Satu cetakan ada 20 buah kue gonjing. Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit kue baru matang," katanya.

Sobur mengaku untuk menjaga kualitas rasa kue gonjing yang dijajakannya, dirinya selalu memakai bahan-bahan alami tanpa pengawet dan bahan kimia. Ini dilakukan agar tidak membayakan para pelanggannya.

"Saya jual kue gonjing dengan rasa orisinil dari zaman dulu. Bahan-bahan yang digunakan untuk kue gonjing saya alami demi menjaga mutu dan rasa" pungkasnya.

AYO BACA : Tradisi Lempar Uang di Situs Watu Tameng


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar