Yamaha

Disbudparpora Kabupaten Cirebon Bakal Revitalisasi Sejumlah Situs Sejarah

  Senin, 26 November 2018   Faqih Rohman Syafei
Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Hartono. (Faqih Rohman Syafei/Ayocirebon.com)

KEDAWUNG, AYOCIREBON.COM--Disbudparpora Kabupaten Cirebon akan melakukan revitalisasi sejumlah situs bersejarah. Direncanakan akan dilakukan mulai tahun 2020 nanti.

Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Hartono menyebut beberapa titik situs peninggalan Laksamana Cheng Hwa dan Keratuan Singhapura akan dipugar serta ditata kembali. Sehingga bisa menjadi destinasi wisata religi dan sejarah unggulan.

AYO BACA : Menyusuri Jejak Laksama Cheng Hwa di Cirebon

Revitalisasi mulai dari museum Astana di kompleks Makam Sunan Gunung Jati, akan diusulkan kepada Kemendikbud RI untuk bisa dibuka, agar benda atau artefak sejarah bisa dinikmati oleh umum. 

Lalu, pihaknya akan mendata klenteng-klenteng di Kabupaten Cirebon yang sudah berumur ratusan tahun. Serta mempugar Keratuan Singhapura di Desa Sirna Baya.

AYO BACA : Ada Festival Keraton Nusantara, Wisatawan Bakal Serbu Cirebon

"Menurut para ahli sebelum adanya kerajaan Cirebon, terlebih dulu ada Keratuan Singhapura. Tempat-tempat itu akan kami revitalisasi sebagai destinasi wisata religi atau ziarah dan sejarah. Insya Allah akan dimulai tahun 2020," katanya usia seminar internasional Jejak-jejak Laksaman Cheng Hwa, Senin (26/11/2018).

Selain itu, kata Hartono akan dicanangkan juga penanggalan kegiatan sejarah dan budaya. Sebagai upaya, mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Cirebon.

Dia mengungkapkan di Kabupaten Cirebon terdapat sekitar 71 situs yang tengah diteliti oleh tim yang terdiri atas Disparbudpora Kabupaten Cirebon dan Balai Pelesatari Cagar Budaya (BPCB) Banten yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya.

"Kami kerjasama dengan BPCB Banten terdiri atas tujuh pakar dari berbagai disiplin ilmu meneliti dan mendata tempat," ungkap Hartono.

Menurutnya, penelitian itu penting dilakukan untuk menyeleksi situs mana saja yang memenuhi kriteria situs cagar budaya. "Ke-71 situs itu berdasarkan survei tahun 2005. Menurut kami, belum valid, kini tengah dilakukan penelitian," pungkasnya.

AYO BACA : Sejarah Pintu Lawang Sanga Sebagai Pintu Masuk Keraton Pakungwati


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar