bank bjb
  
Yamaha

Pengusaha Cirebon Diminta Buang Sampah ke TPA

  Jumat, 18 Januari 2019   Erika Lia
Pengusaha Cirebon Diminta Buang Sampah ke TPA
Tempat Pembuangan Sementara (TPS). (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM--Capai target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi sampah sejumlah Rp3 miliar pada tahun ini. Kalangan pengusaha di Kota Cirebon diminta membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Abdullah Syukur menyebutkan, target PAD dari restribusi sampah tahun ini naik dari tahun sebelumnya yang sejumlah Rp2,5 miliar. "Tahun ini targetnya Rp3 miliar," ujarnya.

AYO BACA : Sebanyak 400 Kubik Sampah Telah Diangkut DLH Kota Cirebon

Untuk mencapai target itu, pihaknya membuat kesepakatan tertulis (MoU) dengan sekitar 38 perusahaan, seperti pengusaha hotel, restoran, mal, dan lainnya.

Kesepakatan itu mengharuskan pengusaha membuang sampah ke TPA, mengingat tempat pembuangan sementara (TPS) di Kota Cirebon dikhususkan untuk sampah rumah tangga.

AYO BACA : Ada CCTV di Tempat Pembuangan Sampah

"Untuk sampah non rumah tangga harus diangkut langsung ke TPA," katanya.

Pihaknya menargetkan kesepakatan dengan pengusaha sebanyak-banyaknya demi efektivitas pengangkutan sampah. Untuk ini, pihaknya memberlakukan biaya pengangkutan Rp75 ribu/rit.

Di sisi lain, DLH Kota Cirebon berencana menutup dua TPS yang berada di ruas jalan protokol, masing-masing di Jalan Kesambi dan Jalan Wahidin.

"Penutupan dua TPS itu untuk memperindah kota," tuturnya.

Tak hanya itu, pihaknya akan pula mengerahkan TPS mobile yang bergerak ke pemukiman warga untuk mengangkut langsung sampah rumah tangga. Langkah ini juga untuk mengurangi pembuangan sampah di TPS yang dilakukan oleh non rumah tangga.

AYO BACA : Perda Pengelolaan Sampah Diharapkan Tuntaskan Masalah Sampah


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar