bank bjb
  
Yamaha

"Mandi" Oksigen di Hutan Pinus Cibeureum

  Rabu, 23 Januari 2019   Erika Lia
Seorang pengunjung menikmati mandi oksigen di hutan pinus di area Family Camp Cibeureum atau Leuweung Monyet di Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. (Erika Lia/ayocirebon)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM--Kawasan hutan pinus di area Family Camp Cibeureum atau Leuweung Monyet, Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, sejak lama menjadi salah satu lokasi wisata alam yang banyak dikunjungi.

Pohon-pohon pinus yang menjulang, dengan hutan alami di sekitarnya, menawarkan siraman oksigen dan udara segara bagi setiap pengunjung. Kawasan hutan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Sesuai dengan namanya, area ini kerap dijadikan lokasi kemping. Di luar itu, pengunjung bisa menikmati keasrian alamnya dengan aktivitas memetik buah pinus, bermain di sejumlah arena seperti papan gantung dan ayunan, atau hanya duduk dan bercakap-cakap di beberapa gazebo yang berdiri di sekitarnya.

Selain hutan pinus yang menjadi daya tarik utama, keberadaan monyet-monyet liar juga menjadi salah satu alasan wisatawan mengunjungi lokasi ini. Maka, tak heran bila kemudian nama kawasan ini diubah menjadi Leuweung Monyet.

“Sejak dulu sampai sekarang, kawasan hutan sini jadi tempat tinggal monyet. Sesekali mereka keluar dari dalam hutan dan berkumpul di lapangan sebelah hutan pinus atau ke jalan untuk bermain atau mencari makan dari manusia,” beber seorang penjaga, Ajay kepada ayocirebon.

Mitos yang beredar di tengah masyarakat, lanjutnya, monyet-monyet tersebut merupakan anak buah seorang pendiri desa tersebut. Di antara sekian banyak monyet berbulu coklat yang tinggal di sana, muncul pula pengakuan masyarakat sekitar yang pernah melihat monyet berbulu putih.

“Tapi entah benar, entah tidak. Tidak semua orang melihat juga,” ujar pria berusia 21 tahun itu.

Sejak dibuka menjadi objek wisata pada sekitar 2013, Leuweung Monyet buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB. Pihak pengelola menetapkan harga tiket masuk Rp5 ribu perorang.

Ajay menyebut, musim hujan seperti sekarang membuat jumlah pengunjung tak sebanyak saat musim kemarau. Namun begitu, suhu udara dingin dan suasana yang lebih hijau juga asri menjadi pesona tersendiri kala mengunjungi Leuweung Monyet pada musim hujan.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar