bank bjb
  
Yamaha

Konstruksi Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Ditarget Juli

  Kamis, 24 Januari 2019   Erika Lia
Konstruksi Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Ditarget Juli
Desain revitalisasi Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (24/1/2019), yang dibiayai Pemprov Jabar dengan target penguatan sektor pariwisata. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

KESAMBI, AYOCIREBON.COM--Konstruksi revitalisasi Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, ditarget Juli hingga November mendatang.

Revitalisasi alun-alun di pusat kota Cirebon itu diklaim sebagai bentuk penguatan pariwisata Kota Udang. Masukan paling krusial berupa eksistensi situs sejarah dan pemenuhan kebutuhan publik.

Proyek revitalisasi Alun-alun Kejaksan dibiayai penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis menyatakan dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dalam proyek itu berupa kesiapan pendampingan.

"Target utama revitalisasi adalah perbaikan pariwisata. Harus ada kolaborasi antara kebutuhan dan pariwisata, terutama wisata religi karena letak alun-alun dekat dengan Masjid Raya At Taqwa," papar Azis seusai memimpin rapat koordinasi terkait revitalisasi Alun-alun Kejaksan di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Cirebon, Kamis (24/1/2019).

AYO BACA : Disbudparpora Kabupaten Cirebon Bakal Revitalisasi Sejumlah Situs Sejarah

Dia menyebutkan, konstruksi revitalisasi alun-alun dimulai Juli nanti. Dari desain yang dipaparkan pihak kontraktor di hadapan wali kota dan jajaran Pemkot Cirebon, sejumlah fasilitas akan melengkapi alun-alun.

Selain area parkir yang dibangun di bawah tanah (basement), pihak kontraktor 'menawarkan' pula taman bermain, viewing deck, pojok baca, air mancur, shelter pedagang kaki lima, lapangan olahraga, dan lainnya.

Di antara tawaran fasilitas itu, salah satu yang menjadi kendala berupa keberadaan tugu proklamasi yang berada tak jauh dari alun-alun. Tugu yang diyakini sebagai salah satu monumen bersejarah karena terkait dengan momentum kemerdekaan RI di masa kolonialisme itu, dimintakan kalangan budayawan yang hadir untuk tak diganggu gugat.

Pihak kontraktor, dalam rapat, sempat menanyakan kemungkinan untuk meninggikan tugu tersebut agar terlihat oleh publik yang mengunjungi alun-alun. Selain ditunggikan, usul lain berupa pemindahan tugu ke area alun-alun sebagai upaya penyelarasan dengan keseluruhan rupa alun-alun.

AYO BACA : Manjakan Wisatawan, Fasilitas Alun-alun Keraton Kasepuhan Akan Dilengkapi

"Tugu proklamasi itu termasuk cagar budaya, tak boleh dipindahkan atau ditinggikan," ungkap seorang budayawan Cirebon, Mustaqim Asteja.

Selain persoalan tugu proklamasi, pihak kontraktor juga diminta menambah ruang terbuka hijau (RTH) yang dalam desain mencakup 29,8% dari total luas tapak 12.570 m2. Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Cirebon, Yoyon Indrayana mengatakan, RTH harus memenuhi 30%.

"RTH yang diajukan masih kurang," cetusnya.

Yoyon mengingatkan, hal terpenting dalam revitalisasi alun-alun berupa pemenuhan kebutuhan publik sehingga membutuhkan kompromi desain. Selain RTH, pemenuhan resapan air dan parkir juga harus diperhatikan.

"Parkir itu persoalan kota. Kantong-kantong parkir harus dikembangkan," tuturnya.

AYO BACA : Jelang Puncak Muludan, Warga Padati Pasar Rakyat di Alun-alun Kasepuhan Cirebon


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar