Yamaha Aerox

Dirayakan Seperenam Warga Dunia, Ini Fakta-fakta Menarik Imlek

  Selasa, 05 Februari 2019   Erika Lia
Ilustrasi Imlek. (Istimewa)
WERU, AYOCIREBON.COM -- Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa di Cirebon sudah sibuk mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Tempat-tempat ibadah seperti Vihara Dewi Welas Asih dan Klenteng Talang di Kota Cirebon dihias dengan dominasi warna merah.
 
Dibalik kemeriahan Imlek, ada beberapa fakta menarik yang akan menambah pengetahuan Anda tentang tahun baru yang dirayakan seperenam warga dunia ini! Apa saja? Berikut informasinya yang telah dirangkum oleh ayocirebon.com 
 
1. Tanggal Tahun Baru Imlek tak sama setiap tahun
Dilansir di travelchinaguide.com, setiap tahun, tanggal Tahun Baru Imlek ternyata berbeda-beda. Hal ini karena tahun baru Imlek didasarkan pada pergerakan bulan sehingga mengikuti kalender bulan.
 
Namun biasanya, tahun baru Imlek jatuh pada hari antara pertengahan Januari hingga pertengahan Februari. Pada 2019, tahun baru Imlek jatuh pada 5 Februari atau hari ini.
 
2. Disebut pula Festival Musim Semi
Imlek disebut juga Festival Musim Semi karena biasanya jatuh sebagai permulaan musim semi.
 
3. Tahun Baru Imlek menandai Shio baru
Di Cina, setiap siklus bulan memiliki 60 tahun dan 12 tahun dianggap sebagai siklus kecil. Masing-masing tahun dalam 12 bulan ditandai shio atau zodiak bertanda binatang yang terdiri dari Tikus, Sapi, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Imlek tahun 2019 ditandai sebagai Tahun Babi.
 
4. Masa Tahun Baru Imlek berlangsung 15 Hari
Masa tahun baru Imlek berlangsung sekitar dua pekan atau 15 hari. Akhir waktu akan ditandai dengan festival lentera atau di Indonesia dikenal dengan istilah Cap Go Meh.
 
5. Imlek dirayakan seperenam warga dunia
Imlek tak hanya dirayakan warga Cina, warga Tionghoa di seluruh dunia pun merayakannya, seperti di negara-negara Asia, Amerika Serikat (AS), Inggris, Australia, dan lainnya. Tak heran, Imlek telah menjadi salah satu perayaan paling terkenal di dunia.
 
6. Mudik dan hari libur umum terpanjang
Mudik atau pulang kampung juga berlaku bagi warga Tionghoa saat Imlek. Merayakan Imlek bersama keluarga serupa halnya dengan saat Idul Fitri atau Natal.
 
Terlebih, libur selama beberapa hari saat Imlek berlaku bagi sebagian warga Tionghoa di dunia.
 
7. Ritual makan malam besar
Saat Imlek, makan malam bersama keluarga besar menjadi salah satu ritual yang menarik. Rumah-rumah makan biasanya ramai dengan keluarga-keluarga yang datang untuk bersantap dan menikmati momen bersama keluarganya.
 
8. Kembang api sebagai pelengkap untuk memeriahkan Imlek
Kembang api menjadi salah satu yang tak terpisahkan saat perayaan Imlek. Pada malam Tahun Baru imlek, kembang api besar biasanya dinyalakan, sehingga membuat suasana makin meriah.
 
9. Warna merah mendominasi dekorasi
Rumah-rumah warga maupun tempat ibadah warga Tionghoa didominasi warna merah, mulai dari hiasan kertas di pintu, lilin doa, lampion, dan pakaian yang dikenakan.
 
Bagi warga Tionghoa, merah merupakan lambang kemakmuran, kejayaan, atau kebahagiaan. Selain itu, Merah diyakini dapat menangkal roh jahat dan membawa keberuntungan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar