Yamaha Aerox

Menggembirakan, 2 Ekor Elang Jawa Lahir di TNGC

  Kamis, 07 Februari 2019   Erika Lia
Elang Jawa. (Wikipedia)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM—Dua ekor Elang Jawa diketahui telah lahir di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Kelahiran keduanya menambah populasi hewan yang termasuk dilindungi ini.

Keberadaan dua telur Elang Jawa itu ditemukan sejak September 2018 di sekitar Lembah Cilengkrang, Kabupaten Kuningan. Kedua telur tersebut menetas di pengujung tahun.

Dengan lahirnya dua individu baru di TNGC, jumlah populasi Elang Jawa menjadi 25 ekor. Pada 2017, diketahui telah menetas pula tiga ekor burung tersebut.

Kepala Balai TNGC Kuswandono mengatakan, Elang Jawa merupakan satwa langka yang hampir punah. Populasinya di alam bebas hanya pada tempat tertentu saja, termasuk di Gunung Ciremai.

"Semua jenis Elang atau raptor di Indonesia termasuk yang dilindungi," katanya.

Temuan telur elang itu sendiri bermula dari kegiatan monitoring rutin di sekitar TNGC, baik terhadap elang maupun spesies lain. Diketahui, ada dua pasang Elang Jawa yang bertelur dan berhasil menetas dengan selamat.

AYO BACA : Tangkap Kukang Jawa, Dua Orang di Majalengka Dicokok

Setelah menetas, pihaknya melakukan pengawasan dan pengamanan di sekitar sarang agar anak Elang yang baru lahir tak terganggu pertumbuhannya, baik dari manusia maupun hewan pemangsa lain. Selain itu, pihaknya juga mengamati setiap pertumbuhannya.

"Pengamatan kami lakukan agar didapat data akurat dan lengkap perihal tahap pertumbuhan Elang Jawa," cetusnya.

Dia memastikan, tindakan yang dilakukan pihaknya demi menjaga agar tidak ada gangguan terhadap populasi elang, terutama yang baru berkembang biak. Pihaknya juga mempelajari pengamatan dan mencatat pertumbuhan elang tahap demi tahap, sejak anakan hingga dewasa, mengingat khusus Elang Jawa pihaknya belum memiliki data-data tersebut.

Di area TNGC, imbuhnya, terdapat beberapa jenis elang yang hidup bebas di alam. Hanya saja, yang paling sering muncul dan teridentifikasi dengan baik berupa Elang Jawa.

"Untuk jumlah, kami tak punya data pasti. Tapi, yang sering dijumpai adalah Elang Jawa, Elang Brontok, Elang Ular Bido, Elang Hitam, sampai jenis elang yang lebih kecil," tandasnya.

Pihaknya lebih jauh mengimbau masyarakat menjaga eksistensi Elang Jawa mengingat kelangkaannya. Dia mengingatkan, keberadaan hewan ini pun penting untuk menjaga keseimbangan rantai makanan di alam.

AYO BACA : Kukang Jawa, Si Lucu yang Banyak Diburu


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar