bank bjb
  
Yamaha

Di Cirebon, Menteri Siti Nurbaya dan Seribuan Orang Bersihkan Pesisir Pantai

  Jumat, 15 Februari 2019   Erika Lia
Di Cirebon, Menteri Siti Nurbaya dan Seribuan Orang Bersihkan Pesisir Pantai
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bersama seribuan orang dari unsur pemerintah, komunitas, pelajar, dan pelaku usaha, menggelar Gerakan Aksi Bersih-Bersih Pantai atau Coastal Clean Up (CCU) sepanjang pesisir pantai Pelabuhan Cirebon, Jumat (15/2/2019). (Erika Lia/Ayocirebon.com)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM—Pencemaran akibat sampah di kawasan pesisir dan laut telah menjadi perhatian serius berbagai kalangan hingga tingkat global. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Gerakan Aksi Bersih-Bersih Pantai atau Coastal Clean Up (CCU) sepanjang pesisir pantai Pelabuhan Cirebon, Jumat (15/2/2019).

Menteri LHK Siti Nurbaya didampingi pejabat KLHK, di antaranya sekretaris jenderal KLHK, direktur jenderal Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan, Wali Kota Cirebon, maupun pejabat PT Pertamina dan PT Indonesia Power.

Siti bersama setidaknya 1.000 peserta dari berbagai kalangan seperti pelajar, pemerintah, komunitas, hingga masyarakat umum membersihkan kawasan pesisir yang juga dikenal sebagai lokasi wisata andalan Kota Cirebon itu.

"Hasil survei KLHK pada 2017 di 18 kabupaten/kota menunjukkan, estimasi total sampah laut pada 2017 mencapai 1,2 juta ton, dengan rerata timbulan sampah laut 106.385 gram/m2," kata Siti.

Dia mengungkapkan, sampah plastik di lautan terutama berasal dari darat bersumber dari aliran sungai yang bermuara di laut dan kawasan pesisir. Hasil Kajian Pencemaran Mikroplastik (MPS) di DAS Citarum yang dilaksanakan KLHK bekerja sama dengan pakar Institut Pertanian Bogor menunjukkan, di daerah hulu ditemukan rataan mikroplastik sebesar 29.02 sampai 37.56 MPS/m3, di daerah tengah sebesar 0.76 sampai 0.53 MPS/m3, dan di hilir sebesar 1.88 sampai 1.61 MPS/m3.

Selain itu, kajian sampah laut oleh Tim P2O LIPI menunjukkan mikroplastik ditemukan pada seluruh perairan dan sedimen pesisir dan laut Indonesia. Mikroplastik itu di antaranya berupa jenis plastik sederhana yakni polietilen, polipropilene, nylon, juga polistiren.

"Sejak 2015, KLHK telah melakukan Gerakan Aksi Bersih-Bersih Pantai atau CCU di berbagai wilayah di Indonesia," ujarnya.

Sampah yang dikumpulkan dari kegiatan bersih-bersih pantai akan ditimbang untuk diketahui berat dan dipilah jenis sampah yang terkumpul. Selanjutnya, sampah tersebut akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk dikelola.

Sejauh ini, sebutnya, pemerintah sudah melakukan berbagai langkah kebijakan dan aksi nyata untuk mengatasi persoalan sampah laut. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam Perpres Jakstranas, pengelolaan sampah melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengelolaan sampah terintegrasi, mulai dari sumber sampai ke pemrosesan akhir. Pengelolaan sampah ditarget 100% sampah terkelola dengan baik dan benar pada 2025.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2018 Tentang Penanganan Sampah Laut untuk mengurangi jumlah sampah di laut, terutama sampah plastik. Aturan ini dituangkan pula dalam bentuk Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut Tahun 2018-2025.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar