Yamaha

Diwarnai Prosesi Ciap Sin, Warga Tionghoa Siap-siap Kirab Budaya Cap Go Meh

  Senin, 18 Februari 2019   Erika Lia
Beberapa orang, tengah menghias joli (tandu) di halaman Wihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Senin (18/2/2019), yang akan digunakan untuk menandu patung dewa dan dewi dalam Kirab Budaya Cap Go Meh pada Selasa (19/2/2019).

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM—Penutupan Imlek atau Cap Go Meh di Cirebon ditandai dengan kirab budaya. Tak hanya warga Tionghoa, kirab ini juga diikuti warga lainnya, termasuk keraton Cirebon.

Kirab budaya Cap Go Meh bakal dilaksanakan Selasa (19/2/2019) siang. Sehari menjelang kirab, pengurus Wihara Dewi Welas Asih di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, melakukan persiapan, Senin (18/2/2019).

Persiapan yang dilakukan di antaranya menghias joli (tandu) yang akan membawa patung-patung dewa dan dewi. Warna merah mendominasi joli yang dikolaborasi warna kuning, ungu, dan lainnya. Selain bunga plastik, aksesori lain juga dipasang, seperti rumbai-rumbai plastik hingga gantungan lampion mini.

Selain itu, pengurus wihara juga menerima dewa dan dewi dari wihara dan klenteng lain dari Wilayah Cirebon, seperti dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Prosesi penerimaan dewa dan dewi itu dikenal dengan istilah Ciap Sin.

"Dewa dan dewi yang kami terima di antaranya datang dari Kabupaten Cirebon yang meliputi Plered, Sindanglaut, Arjawinangun, dan Ciledug, ditambah dari Kabupaten Indramayu. Ada pula yang dari Kota Cirebon seperti dari Klenteng Talang (MAKIN), Kanoman, dan Prujakan," beber pengurus bagian ritual Wihara Dewi Welas Asih, Ahong kepada Ayocirebon.com.

Selanjutnya dewa dan dewi itu diletakkan di atas altar yang terpisah dari altar dewa dan dewi tuan rumah (Wihara Dewi Welas Asih). Peletakan dewa dan dewi dilakukan sedemikian rupa dengan khidmat.

Suasana Wihara Dewi Welas Asih sendiri hari itu tampak semarak. Selain sekelompok orang menghias joli, beberapa orang juga datang untuk berdoa.

Ahong menyebutkan, rencananya Kirab Budaya Cap Go Meh akan dibuka sekira pukul 13.00 WIB oleh Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis. Sekitar pukul 14.00 WIB, arak-arakan pun dimulai.

"Dua jam sebelum pembukaan atau sekitar pukul 11.00 WIB akan digelar upacara berupa sembahyang bersama. Kemudian dewa dan dewi diturunkan dari altar untuk ditempatkan di masing-masing joli," katanya.

Mengambil start dari Wihara Dewi Welas Asih, kirab budaya ini rencananya melintasi  Jalan Pasuketan-Jalan Pekiringan-Jalan Parujakan (Wihara Budha Sasana)-Jalan Sukalila Selatan-Jalan Karanggetas-Jalan Panjunan (Wihara Bodhi Dharma Maitreya)-Jalan Jagabayan-Jalan Winaon (Bun San Tong)-Jalan Kanoman-Jalan Talang (MAKIN)-Jalan Kebumen-Yos Sudarso (Bank Indonesia)-Wihara Dewi Welas Asih. Total jarak kirab 4-4,5 km.

Rute itu rutin dilalui setiap Cap Go Meh. Selain menandu patung dewa dan dewi keliling kota, kirab juga dihiasi aksi delapan barongsai dan 3-4 liong dari beberapa sanggar di Cirebon.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar